Berita Surabaya

Upah Terendah se-ASEAN, Ratusan Buruh Jatim Kembali Turun Jalan

#SURABAYA - SURABAYA - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa timur demonstrasi di Gedung Grahadi

Upah Terendah se-ASEAN, Ratusan Buruh Jatim Kembali Turun Jalan
SURYA.co.id/Mujib Anwar
Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, saat menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (10/12/2015) siang, di depan Gedung Negara Grahadi. Mereka menolak Peraturan Pengupahan (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Kamis (10/12/2015) siang.

Kordinator Aksi, Eko mengungkapkan buruh kembali turun ke jalan untuk menolak Peraturan Pengupahan (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. "Keberadaan PP 78 telah nyata-nyata membuat buruh makin sengsara," tegasnya, disela-sela aksi.

Dengan formula penetapan UMK sebagaimana amanat PP 78, membuat upah buruh di Indonesia, kata Eko, lebih rendah dari negara lain di ASEAN. Upah minimum di Thailand saat ini mencapai Rp 3,5 juta, sedangkan di Filipina tembus Rp 4,2 juta.

"Sementara di Indonesia, saat ini rata-rata upah minimum masih dikisaran Rp 2 juta," tegas Eko.

Untuk itu, buruh, katanya, akan tetap terus turun ke jalan untuk menolak keberadaan PP 78. Karena formula kenaikan upah minimun yang dijadikan acuan bertentangan dengan konstitusi.

"Kami khawatir, ini semua terjadi karena didalangi oleh para 'pengusaha hitam' yang serakah dan rakus serta ingin buruh makin sengsara," tandas Eko.

Hingga pukul 13.20, aksi buruh FSPMI yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian ini masih berlangsung

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved