Berita Surabaya

Ratusan Siswa SD SAIMS Peduli Lingkungan di KBS

Lunetta Alea Putri Purwito (9) dan Hanna Anindiata Setiandaru (9), siswa kelas III-C SD SAIMS terlihat antusias mengikuti tiap tahapan di KBS.

Ratusan Siswa SD SAIMS Peduli Lingkungan di KBS
surya/sulvi sofiana
GAJAH - Kelompok siswa Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) memberi makan gajah di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (10/12/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Usai ujian sekolah merupakan saatnya bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran diluar sekolah.

Hal ini dilakukan 400 siswa SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS) dengan mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (10/12/2015). Mereka yang berasal dari kelas I-V itu mendatangi KBS untuk melakukan beragam aksi cinta lingkungan.

Lunetta Alea Putri Purwito (9) dan Hanna Anindiata Setiandaru (9), siswa kelas III-C SD SAIMS terlihat antusias mengikuti tiap tahapan di KBS.

"Senang bisa belajar langsung tentang lingkungan," tutur Lunetta Alea di sela mengikuti perjalanan untuk memahami klasifikasi hewan dan mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat hewan di KBS.

Keberadaan para murid di KBS diharapkan meningkatkan kepedulian anak pada lingkungan. Mereka melakukan beragam aksi sebagai wujud cinta lingkungan.

Mulai dari memberikan makan gajah, mengecat kandang gajah hingga mengambil sampah plastik yang dibuang semabarangan oleh pengunjung.

"Kedatangan anak-anak ke KBS ini bagian Leadership Camp 2015. Jadi selain mereka camping di sekolahan, juga mendatangi KBS. SAIMS merupakan sekolah alam. Karena itu muridnya untuk bisa peduli lingkungan maka harus mengenal lingkungan terlebih dulu " ujar Kepala SD SAIMS, Agus Anang Fathoni.

Selama di KBS, anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok. Nama-nama satwa dipakai untuk membedakan kelompok yang satu dengan lainnya. Mereka juga menerima pembagian buku tentang satwa dan denah KBS. Selain itu mereka juga mengganti tas plastik milik pengunjung dengan tas kain.

"Ke depan kegiatan ini akan ada tindak lanjut, berupa adopsi satwa. Artinya, siswa menjadi orangtua asuh satwa. Siswa akan menyisihkan uang sakunya, untuk dikumpulkan dan selanjutnya diinfaqkan untuk pakan satwa, membeli peralatan kandang maupun keperluan satwa lainnya," papar Agus.

Humas SD SAIMS Hamdiyatur Rohmah menambahkan, ini merupakan pembelajaran secara langsung, sebuah proses yang mampu memberikan pengalaman nyata bagi para siswa.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved