Berita Surabaya

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Pantau Parcel dan Sembako

Widodo menyebutkan, ada 10 personel disiapkan khusus memantau parcel ini. Terbagi menjadi dua tim, dengan masing-masing tim beranggotakan lima orang.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Pantau Parcel dan Sembako
Surya/sugiyono
foto: ilustrasi pemeriksaan parcel. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjelang hari raya Natal 2015 dan tahun baru 2016, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya meningkatkan pengawasannya pada produk parcel dan harga sembilan bahan pokok (sembako).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Widodo Sumartono, menyebutkan, langkah ini dilakukan untuk mengontrol ada tidaknya produk kedaluwarsa di dalam parcel, yang umumnya dijual sudah dalam kemasan menarik.

"Sehingga tidak bisa atau sulit dicek produk-produknya apakah produk yang sudah terdaftar di BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan-red) dan masa kedaluwarsa," kata Widodo, Kamis (10/12/2015).

Permintaan dan penjualan parcel mengalami peningkatan di Natal dan tahuj baru. Karena itulah, pihaknya melihat potensi adanya keluhan produk parcel yang ilegal dan kedaluarsa meningkat. Sebelum ada keluhan, pihaknya melakukan pengawasan lebih dulu.

Widodo menyebutkan, ada 10 personel disiapkan khusus memantau parcel ini. Terbagi menjadi dua tim, dengan masing-masing tim beranggotakan lima orang. Mereka memantau sejumlah pusat perbelanjaan yang sudah ditentukan.

"Ada 12 titik yang akan kami pantau serius dan kita tinjau ke lapangan. Sebanyak 12 titik itu tersebar di empat wilayah. Yaitu Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, Surabaya Selatan,” jelas Widodo.

Detailnya, untuk Surabaya Barat, yang akan ditinjau adalah di Hypermart di Ciputra World, Carrefour di Dukuh Kupang, dan Gyant di Manukan.

Sedangkan untuk Surabaya Timur yang akan didatangi adalah di Gyant Klampis, Hypermart East Coast, dan Superindo Jalan Arif Rahman Hakim.

Selanjutnya, untuk Surabaya Utara tim akan terjun ke Carrefor di BG Junction dan raja Parcel di Walikota Mustajab dan Gyant di Jalan Rajawali. Terakhir untuk wilayah Surabaya Selatan yang ditinjau adalah di Hypermart Royal Plaza, Carrefour di Rungkut, dan Superindo di Nginden Semolo.

“Untuk produk yang akan menjadi prioritas peninjauan adalah yang jenisnya makanan dan minuman. Sebab itu kan berbahaya jika sampai dikonsumsi manusia padahal dari segi kualitas makanan dan minuman kemasannya sudahh tidak layak,” papar Widodo.

Pihaknya mengimbau warga Surabaya dalam memberi parcel tetap waspada. Artinya juga ikut memeriksa kualitas produk yang dibeli. Jangan mau diberikan produk yang kemasannya sudah rusak, berbau tidak sedap, dan yang terakhir untuk tidak lupa mengecek tanggal kedaluarsa yang ada di kemasan.

“Perayaan natal dan tahun baru kan sepatutnya dirayakan dengan suka cita. Jangan sampai karena konsumsi produk kadaluarsa, lalu perayaan jadi berkurang nilainya,” lanjutnya.

Sementara untuk pantauan harga dan stok sembako, Disperindagin masih melihat kondisinya stabil. Stok juga aman, bahkan cenderung berlebih.

Untuk harga sembako, tren di akhir tahun dan natal biasanya yang terjadi adalah harga naik. Akan tetapi saat ini harga masih stabil dan ada beberapa yang justru turun.

Seperti, disebutkan Widodo yang saat ini naik itu adalah harga elpiji 3 kilogram (kg). Mulai dari Rp 17.000 hingga Rp 19.500. Saat ini sudah mulai turun menjadi Rp 18.000 per tabung.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved