Berita Surabaya

Warga Kota Malang Pasang Spanduk Tolak Toko Modern, Ini Alasan Mereka

Warga Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang memasang spanduk berisi penolakan keberadaan toko modern, Rabu (9/12/2015). Ini sebabnya

Warga Kota Malang Pasang Spanduk Tolak Toko Modern, Ini Alasan Mereka
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Spanduk menolak toko modern yang dipasang di Kelurahan Bakalan Krajan. 

SURYA.co.id I MALANG - Warga Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang memasang spanduk berisi penolakan keberadaan toko modern, Rabu (9/12/2015).

Dalam spanduk itu tertulis, “Warga Paguyupan Pedagang UKM Gotong Royong Menolak Keberadaan Toko Modern dan Sejenisnya di Wilayah Kelurahan Bakalan Krajan dan Sidorahayu Karena Mematikan Usaha Kecil.”

Spanduk itu terpasang dipinggir jalan dengan bergantung pada tali yang mengikat di pohon dan tiang kayu.

Ketua Paguyupan Pedagang UKM Gotong Royong, Gatot Supriyono menjelaskan, penolakan ini karena ada swalayan modern di daerah sana yang akan beroperasi. Pengoperasian itu semakin santer terdengar setelah ada penataan barang di lokasi pendirian salah satu waralaba swalayan modern terkenal.

"Sebenarnya, toko itu sudah mau buka minggu lalu. Karena kami mendengar banyak warga yang mengeluh, kami datang ke kelurahan. Kami menanyakan izin. Dan karena izin resminya belum ada, kami mendirikan spanduk itu,” ungkapnya pada Surya, Rau.

Pihaknya juga sudah meminta kepada Satpol PP Kota Malang agar menghentikan proses pembukaan toko modern tersebut. Menurut dia, pelaku UKM di kelurahan belum siap menerima kehadiran toko modern. Ini karena masih banyak pedagang toko kelontong yang penghasilannya masih bergantung dengan tokonya.

"Kalau tiba-tiba muncul toko modern, bisa dipastikan lambat laun, toko kelontong akan mati. Padahal itu penghidupan kami,” ucapnya.

Ia berharap, Pemkot Malang akan memperketat perizinan toko modern agar tak mematikan usaha kecil. Gatot menjelaskan, pemasangan spanduk berada di dua titik, yakni di Sidorahayu dan Bakalan Krajan.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved