Berita Jawa Timur

Hadiah Mobil Pajero Dari Gramedia, Kepala Sekolah Ini Ajak Siswa Satu Sekolah

Rully Dwi Anjarsari, pemenang undian mobil Gramedia tak percaya kalau memenangkan undian. Ia menyuruh suaminya untuk mengecek undian itu, dan hasilnya

Hadiah Mobil Pajero Dari Gramedia, Kepala Sekolah Ini Ajak Siswa Satu Sekolah
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Rully membuka pintu mobil Pajero Sport yang ia menangkan dari undian TB Gramedia. 

SURYA.co.id I MALANG - Sudah lama Rully Dwi Anjarsari ingin memperbaiki gedung bangunan Taman Kanak-Kanak Islam Terbuka Qurrota A’yun yang berada di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Sebagai Kepala Sekolah, ia bertanggung jawab pada kenyamanan siswa yang bermain di sana. Akan tetapi, keinginan itu selalu terkendala biaya.

Besaran dana simpanan TK tak seberapa. Jika dibandingkan dengan pengeluaran yang pernah dihitung untuk perbaikan gedung, dana tersebut jauh dari sekadar cukup. Tapi, selalu ada jalan bagi niat baik. Awal Oktober lalu, Rully mendapat kabar menggembirakan.

Perempuan 34 tahun itu menerima telepon yang menyebut dia menjadi pemenang hadiah mobil Pajero Sport dari undian School Holiday Fair Toko Buku Gramedia.

“Saya awalnya tak percaya. Pasti itu tipu-tipu. Soalnya saya sudah pengalaman ditipu orang sebagai pemenang undian. Ujung-ujungnya saya yang dijadiin korban,” ungkapnya. Beberapa kali sang penelepon mencoba meyakinkan. “Tapi saya tetap tak percaya,” tambah dia.

Sampai obrolan selesai, Rully masih tak mengganggap percakapan itu sebagai hal serius. Sampai malam harinya, ketika hendak tidur, ia kembali terpikir soal obrolan itu. “Jangan-jangan benar. Soalnya, perempuan yang menelepon saya itu suaranya halus dan sopan. Biasanya, kalau tipu-tipu agak kasar,” lanjut Rully.

Esok paginya, sang suami diminta menanyakan kebenaran kabar itu ke TB Gramedia Basuki Rahmat, Kota Malang.
Rezeki tak ke mana. Kabar yang disampaikan penelepon benar adanya.

Sambil bersyukur, Rully berjanji akan menjual mobil tersebut dan menggunakan uangnya untuk memperbaiki TK. Tapi, sejak kemarin ia belum terpikir bagaian mana yang akan ia perbaiki. Yang pasti, ia berharap TK tersebut bisa menampung lebih banyak siswa dan membuat mereka nyaman bermain di kelas.

Karena itu juga, saat serah terima hadiah, Kamis (3/12), ia mengajak beberapa anak didiknya ikut bersama. Tak ikut ketinggalan para guru lain. “Saya memang ingin berkonsentrasi di dunia pendidikan. Saya sudah terlanjut cinta dengan dunia ini. Karena itu saya rela hadiah undian ini untuk pembenahan TK,” ujarnya.

Jika dijual, mobil itu setidaknya laku ratusan juta rupiah. Nilai tersebut dianggap cukup banyak untuk membenahi sekolah. Terkait masalah teknis pembenahan, Rully belum bisa memastikan. “Ini rezeki yang tidak diduga. Semoga memang akan niat baik saya terlaksana,” harapnya.

Tak Sengaja Ikut
Rully sebenarnya tak sekalipun berniat mengikuti undian itu. Ceritanya, sekitar tiga bulan lalu, ia mengantar sang anak yang duduk dibangku kelas V SD membeli ransel sekolah. Saat itu malam hari. Ia mengantar sambil membawa rasa kantuk dari rumah.

Setelah membayar, wanita itu bergegas pulang. Namun, sang kasir sempat menawarkan keikutsertaan Rully dalam undian School Holiday Fair. Dia menanyakan identitas Rully untuk diisikan dalam lembar kupon.

“Saya jawab saja ‘Rully’ biar enggak lama-lama. Padahal, nama saya sebenarnya panjang. Cuma lagi capek saja. Ingin cepat pulang,” kenang dia. Tak dikira pembelian malam itu berbuah manis setelahnya. Satu kupon milik Rully terpilih dari 1,7 juta kupon lain yang diundi di TP Gramedia Kemayoran, Jakarta Pusat.

Direktur Operasional Gramedia Asri Media, perusahaan yang menaungi TB Gramedia, V Sugiarto, menjelaskan, pemberian undian tersebut bukan sekadar meningkatkan loyalitas pelanggan. Akan tetapi, ia berharap, secara tak langsung, hal itu akan mendorong minat baca buku masyarakat.

Ia meyakini, tren minat baca pada benda fisik, alias buku, tak bakal tergerus meski informasi melalui internet tengah digandrungi. 

"Buku memiliki tiga kelebihan utama. Pertama, sumber dan penulisnya jelas. Kedua, bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ketiga, informasi pada buku layak dibagikan ke khalayak karena sebagai informasi penting. Hal itu sangat terbatas pada informasi digital,"

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved