Berita Surabaya

Surabaya Tambah 10 Lampu Penyebrangan Tahun Depan

Ini jelas membantu sekali bagi pejalan kaki. Kami ingin Surabaya lebih humanis, karenanya traffic safety ini harus diutamakan,

Surabaya Tambah 10 Lampu Penyebrangan Tahun Depan
surya/Ahmad Faisol
: Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Nopta Histaris Susan (dua dari kiri) menunjukkan T-Banner untuk menyentil penegendara yang suka menerobos lampu merah 

SURYA.co.id I SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menambah lagi fasilitas 10 Pedestrian Crossing Traffic Light (PCTL). Penambahan itu dilakukan mulai tahun depan, menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2016.

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajad saat berada di Taman Bungkul untuk mengecek PCTL di tempat itu, Minggu (29/11/2015).

"Ini jelas membantu sekali bagi pejalan kaki. Kami ingin Surabaya lebih humanis, karenanya traffic safety ini harus diutamakan. Jalan kaki paling ramah lingkungan dibanding mobil yang kurang ramah lingkungan," lanjut Irvan.

Meski demikian, Irvan tak hapal dimana 10 PCTL itu diletakan nanti. Ia hanya bisa memastikan bahwa PCTL akan dibangun di dekat fasilitas publik seperti sekolahan, kantor - kantor pemerintahan, taman, pasar, dan lainnya.

Sekadar diketahui, PCTL merupakan fasilitas lampu traffic light khusus untuk penyeberangan, dimana operasionalnya dengan menekan tombol menyeberang, kemudian lampu merah menyala dengan dibarengi sirine "tot tot tot tot". Pengguna jalan, terutama kendaraan harus berhenti untuk memberi kesempatan bagi orang yang menyeberang.

PCTL sendiri sudah dibangun Dishub Surabaya di 91 lokasi di seluruh kota Surabaya.

Untuk pembangunan PCTL sendiri dilakukan melalui usulan permintaan masyarakat. Banyak permintaan masyarakat yang masih belum bisa dipenuhi karena anggaran yang terbatas. Biasanya usulan dilakukan melalui musrenbang. Setelah mendapat usulan, Dishub menurunkan timnya untuk melakukan survey.

"Survey ini mempertimbangkan lebar jalan, jumlah penyeberang tiap harinya dan kepadatan arus lalu lintas, banyak usulan yang tak disetujui karena ternyata jumlah penyeberang jalan masih minim," lanjutnya.

Sementara di tempat tempat yang biasa dipakai event atau acara, seperti di Taman Bungkul dan sejenisnya,

Dishub menurunkan para petugasnya terutama pada hari libur Sabtu dan Minggu. Dishub menurunkan 4 regu, dalop 10 regu terdiri atas 5 mobil derek dan 5 mobil patroli. Belum lagi ada tim kenari terdiri atas 2 shift, masing masing shift ada 5 orang.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved