Pemuda Bangkalan Sukses Geluti Sepatu Lukis dan Toples Lukis

“Apa yang saya karyakan ini awalnya hobi saja. Kenapa sekarang menjadi usaha, dulu pernah mengalami kesulitan bayar uang kuliah. Lalu saya putuskan ho

Pemuda Bangkalan Sukses Geluti Sepatu Lukis dan Toples Lukis
istimewa
Devriansyah Kurniawan di depan sepatu lukis ahsil karyanya 

SURYA.co.id |SURABAYA - Kepekaan estetik tidak serta merta dapat dimiliki. Melainkan juga harus diasah dan dilatih.

“Bila proses pengasahan estetik sudah dilalui, maka penciptaan karya dapat mulai diekspresikan ke dalam berbagai media yang ada. Dan ini harus diasah dan dilatih secara terus-menerus,” ujar Devriansyah Kurniawan, ST.

Seniman yang juga Sarjana Strata 1 Teknik Industri lulusan Universitas Trunojoyo Bangkalan Jawa Timur ini, adalah salah satu pemuda berprestasi pelaku usaha di bidang produk kreatif dan jasa seni.

Produk yang dihasilkan, diantaranya; sepatu lukis, toples flanel, mahar pernikahan, lukisan kaca, dan seni kreatif lainnya.

Usaha yang dikembangkan pemuda kelahiran Jakarta, 8 Desember 1989 ini, terbilang langka dan unik. Seperti melukis di atas media sepatu, media logam, kaca dan lain sebagainya.

Mendisain dan memproduksi mahar pernikahan yang kreatif dan unik, hingga toples flanel yang dikreasikan dalam berbagai bentuk unik seperi bentuk kue tart, karakter kartun, dan bentuk-bentuk lucu lainnya.

“Apa yang saya karyakan ini awalnya hobi saja. Kenapa sekarang menjadi usaha, dulu pernah mengalami kesulitan bayar uang kuliah. Lalu saya putuskan hobi ini menjadi mata pencaharian,” terang wirausaha muda binaan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia ini, Minggu (22/11/2015).

Berangkat dari hobi dan usaha coba-coba, di tahun 2009, akhirnya mengubah nasib Devriansyah menjadi seorang wirausaha muda. Tahun 2014, Devriansyah kemudian melegalkan usahanya dengan mendirikan CV. Devri Art Production.

Perseroan komanditer ini memiliki 19 karyawan, dengan omset penjualan rata-rata 45 juta rupiah per-bulan. Asetnya hingga saat ini tidak kurang dari 60 juta rupiah.

Walaupun unik, ternyata usahanya tidak langsung sukses. Devriansyah juga harus berhadapan dengan para kompetitor yang telah lebih dulu menjalankan usaha serupa, terutama dengan para pelukis konvensional.

Halaman
12
Penulis: Yoni
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved