Awas, Kebanyakan Nonton TV dapat Memicu Kematian

Sebanyak 92% orang Amerika memiliki TV di rumah mereka, menurut informasi yang menjadi latar belakang studi.

Awas, Kebanyakan Nonton TV dapat Memicu Kematian
surya/ahmad zaimul haq
Petugas melakukan pemantauan arus mudik lewat pantauan CCTV di Jatim Transportation Control (JTC) Center Dinas Pehubungan dan LLAJ Jatim, Jumat (10/7/2015). Memasuki H-7 lebaran, petugas meningkatkan pantauan di jalur mudik di wilayah Jatim dengan 202 cctv milik Polri dan Dishub Jatim. 

Dibandingkan dengan mereka yang menonton TV kurang dari satu jam perhari, risiko kematian mereka yang menonton TV minimal tiga sampai empat jam perhari adalah 15 persen lebih tinggi.

Sedangkan, yang menonton TV selama lebih dari tujuh jam perhari, memiliki risiko kematian 47 persen lebih tinggi.

Bahkan, setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain seperti merokok, minum alkohol, asupan kalori berlebih dan masalah kesehatan lainnya, angka risiko kematian akibat penyakit yang dipicu oleh perilaku berlebihan menonton TV tidak berubah.

"Meskipun kami menemukan bahwa olahraga tidak sepenuhnya menghilangkan risiko yang terkait dengan menonton televisi berkepanjangan, tapi bagi mereka yang ingin mengurangi waktu menonton televisi, dianjurkan untuk menjalani program olahraga yang teratur sebagai aktivitas pengganti," kata Keadle dalam rilisnya.

Temuan ini semakin menambah bukti, bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk duduk, merupakan ancaman serius bagi kesehatan.

Meski penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat, namun ancaman yang sama bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang demografi atau wilayah darimana Anda berasal.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Editor: Yoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved