Pilbup Sumenep

Pilbup Terancam Kisruh, 11.000 Pemilih Pemula Tak Masuk DPT

#SUMENEP - Data temuan 11 ribu lebih pemilih pemula yang tidak masuk dalam DPT dan DPTB-1 merupakan hasil verifikasi seluruh Panwaslih.

Pilbup Terancam Kisruh, 11.000 Pemilih Pemula Tak Masuk DPT
antara
ILUSTRASI - Petugas melakukan proses pemindaian dan input data formulir model C1 yang digunakan oleh petugas di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sebagai media pencatatan jumlah pemilih berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT). 

SURYA.co.id | SUMENEP - Pemilihan Kepala Daerah Sumenep tanggal 9 Desember  berpotensi kisruh.

Sesuai temuan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Sumenep, masih terdapat 11.000 lebih pemilih pemula yang sudah berumur 17 tahun atau yang pernah kawin tidak terdata baik di Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) atau dalam Daftar Pemilih Tambahan Satu (DPTB 1).

Ketua Panwaslih Sumenep, Mohammad Amin, mengungkapkan, data temuan 11 ribu lebih pemilih pemula yang tidak masuk dalam DPT dan DPTB-1 merupakan hasil verifikasi seluruh Panwaslih Kecamatan yang secara door to door mendata setiap warga yang selama ini dilaporkan ke Panwas tidak masuk dalam DPT fan DPTB-1.

"Data ini bukan sekedar kami dengar dan prakiraan saja, tetapi kami telah terjunkan semua Panwascam dan Pangawan Pemilihan Lapangan ( PPL ) dan hasilnya sangat mencengangkan karena mencapai 11.450 orang," beber Amien.

Atas temuan itu, lanjut Amien, pihaknya telah merekomendasikan temuan kepada KPU Sumenep, agar ditindaklanjuti. Panwas merekom kepada KPU agar menindaklanjuti kepada PPK dan PPS agar temuan itu dilanjutkan dengan pencermatan kembali data pemilih utamanya pemilih pemula, sehingga bisa tercover dalam daftar pemilih dan bisa menyalurkan hak suaranya dalam pilkada mendatang.

"Sebab kalau tidak, maka berarti kita telaj mengabaikan hak konstitusi masyarakat yang seharusnya ikut menentukan pemimpinnya di Sumenep," lanjut Amien.

Lebih lanjut, mantan Ketua Panwascam Seronggi tersebut menegaskan, bahwa mengapa pihaknya menekankan bahwa KPU harus menindaklanjuti temuan panwas, selain memang keberadaan pemilih pemula yang sudah valid, juga memang ada dasar yang masih ada peluang dimasukkan dalam daftar pemilih. Karena ada Surat Edaran KPU RI, nomor 729, tentang pencermatan ulang DPT.

"Sesuai rekom pertama yakni di DPTB-1 sebanyaj 658 orang, ditambah temuan baru oleh panwas mencapai 11.450 orang," tegasnya.

Anggota KPU Sumenep, Achmad Zubaidi, malah mengaku rekom Panwas akan sulit diakomudir, apalagi tekom panwas dinilai tidak jelas. Mengingat data yang dimasukkan tanpa alasan apapun, tiba-tiba panwas hanya meminta memasukkan data. Padahal KPU sudah melakukan pencermatan terhadap data pemilih, yang belum terakomudir dalam DPT dan DPTB-1.

"Cara lainnya, warga yang masih belum masuk DPT dan DPTB-1, masih ada DPTB-2, dengan menunjukkan identitas diri, pada saat pencoblosan," tandas Acmad Zubaidi.

Lebih dari itu, Zubaidi hasil pencermatannya di lapangan, data pemilih yang belum masuk ke DPT dan DPTB-1, tidak memenuhi kategori signifikan. Penatapan DPT ulang bisa dilakukan, jika perubahan data sudah signifikan yakni 2,5 %.

"Masih kita bicarakan lagi, dan mungkin perlu duduk satu meja dengan Panwas dalam persoalan ini," pungkasnya.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help