Berita Surabaya

Curi Mobil Gunakan Pengait Besi

Saat hari H pencurian, tersangka membawa banyak peralatan. Cara mencuri dapat dibilang nekat.

SURYA.co.id | SURYA - AW (29), warga Sidotopo Jaya, Surabaya, diringkus Polrestabes Surabaya dalam pelariannya usai mencuri mobil L 300 milik Albert Immanuel. Dalam pelariannya, pria itu pergi ke beberapa kota di Jatim.

Namun pelariannya terhenti setelah polisi meringkusnya dari tinggal berpindah-pindah di tiga kota.

Pencurian terjadi pada 23 Oktober 2015. Tersangka memang sudah lama memburu mobil milik korban.

Sebelum menjalankan aksi, ia sudah memata-matai rumah korban di Jalan Sulung, Surabaya, selama dua hari. Waktu itu, ia memantau kebiasaan pemilik mobil, kapan mobil di parkir dan keluar, serta kapan kondisi sekitar sepi.

”Dalam rentang singkat itu tersangka sudah hafal,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete, Selasa (27/10/2015).

Saat hari H pencurian, tersangka membawa banyak peralatan. Cara mencuri dapat dibilang nekat. Tersangka masuk ke dalam bagasi rumah dan mengaitkan pengait besi ke pintu mobil. Pengait itu kemudian ditarik hingga ia dapat masuk ke dalam.

Tersangka juga bebekal kunci T untuk membawa pergi mobil. Aksi dilakukan sekitar pukul 04.00 WIB saat kondisi sekitar masih sangat sepi. Suasana yang masih remang-renang juga berahasil membuat orang-orang di sekitar tak curiga. Mobil pun berhasi dibawa kabur tanpa banyak kendala.

Untungnya, sebelum berhasil menjual mobil itu, tersangka terlebih dulu ditangkap polisi di Madura.

Takdir menyebut, selain mobil hasil curian, polisi juga mengamankan kunci T yang dipakai mencuri.

“Penangkapan ini atas dasar laporan tanggal 23 Oktober 2015. Kasusnya masuk dalam pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana),” ungkapnya.

Modus yang dipakai tersangka terbilang cukup jarang digunakan pencuri mobil lain. Terutama penggunaan pengait besi untuk mencongkel pintu mobil.

Sementara penggunaan kunci T dianggap sudah sangat lumrah. Waktu pencurian yang dipilih oleh pelaku juga dengan perhitungan yang matang.

Pasalnya, di daerah sekitar tempat kejadian, waktu sepi hanya ada di jam-jam tertentu.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved