Pemprov Jatim

Sikapi Kemarau dan Bencana Asap, Pakde Minta Warga Jatim Salat Minta Hujan

"Makanya agar hujan cepat turun, saya minta warga Jatim menggelar salat istisqo," tegas Pakde.

Sikapi Kemarau dan Bencana Asap, Pakde Minta Warga Jatim Salat Minta Hujan
surya/mujib anwar
Gubernur Soekarwo ketika memberangkatkan jalan sehat memperingati HUT Pemprov Jatim ke-70, di halaman Gedung Negara Grahadi, Minggu (25/10/2015) didampingi Pangdam V Brawijaya (kanan). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Soekarwo minta agar masyarakat Jatim menggelar salat sunnah istisqo atau salat minta hujan.

Permintaan itu disampaikan Pakde Karwo, Minggu (25/10/2015), di hadapan ribuan warga saat jalan sehat peringatan HUT Pemprov Jatim ke-70, di Halaman Gedung Negara Grahadi.

Jalan sehat tersebut juga diikuti pejabat Forpimda Jatim dan istri, seperti, Wagub Saifullah Yusuf, Pangdam V/Brawijaya, Pangarmatim, Sekdaprov Jatim, dan pejabat terkait lainnya.

Menurut Pakde Karwo, pentingnya menggelar salat istisqo, karena Jatim saat ini sedang mengalami kemarau panjang. Jika tahun-tahun sebelumnya, pada akhir bulan Oktober atau awal November sudah masuk musim penghujan, tahun ini diperkirakan hujan baru turun bulan Desember.

"Makanya agar hujan cepat turun, saya minta warga Jatim menggelar salat istisqo," tegasnya.

Dengan turunnya hujan, selain dapat kembali dimulainya musim tanam di Jatim, keberadaan air hujan tersebut juga sangat penting untuk memadamkan api yang membakar sejumlah hutan di wilayah pegunungan di Jatim, serta memadamkan bencana asap di pulau Sumatera dan Kalimantan.

"Dengan begitu, bencana kebakaran dan asap bisa diatasi dan selesai," tandas Gubernur dua periode ini.

Hujan yang tak kunjung turun juga membuat Gubernur Soekarwo memperpanjang kondisi darurat kekeringan di Jatim hingga 1 Desember 2015.

Menurut Pakde Karwo, berdasarkan siklus tahun-tahun sebelumnya, pada akhir bulan Oktober biasanya sudah masuk musim penghujan. Namun sampai saat ini hujan belum juga turun di bumi Jatim. Bahkan cuaca cenderung makin panas. Diperkirakan, musim kemarau akan berlangsung hingga bulan November nanti.

"Dipastikan musim tanam petani akan mundur. Inilah yang membuat saya khawatir," bebernya.

Sebagai antisipasi, pihaknya telah mengirim surat resmi ke Presiden Joko Widodo di Jakarta. Bahwa, untuk menjaga ketersediaan dan keamanan stok pangan di Jatim hingga lima bulan ke depan, pengiriman beras, gula, dan sembako dari gudang di Jatim ke luar provinsi atau luar pulau akan dihentikan sampai bulan Maret 2016.

"Itu kita lakukan, untuk menjamin agar stok pangan di Jatim tetap aman. Karena musim panen kemungkinan baru akhir bulan Maret," tegas Pakde Karwo.

Selain itu, saat di hadapan ribuan warga Jatim yang mengikuti jalan sehat HUT Pemprov, Pakde Karwo juga moho doa restu masyarakat agar Jatim tetap aman, nyaman dan masyarakat sejahtera.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help