Tempo Doeloe

VIDEO - Lho, Bung Karno Kok Tidak Urut Baca Pancasila di Amerika?

#PENDAPAT - Dalam video dari tahun 1956, Bung Karno berpidato bahasa Inggris di depan Kongres Amerika Serikat. Ia menyebut Pancasila tak urut.

VIDEO - Lho, Bung Karno Kok Tidak Urut Baca Pancasila di Amerika?
YouTube
Bung Karno berpidato dalam bahasa Inggris mengenai Pancasila di depan Kongres Amerika Serikat, 1956. Lihat videonya di bawah. 

SURYA.co.id - Presiden Soekarno atau lebih suka ditulis Sukarno dan populer dipanggil Bung Karno menyebut dirinya sebagai penggali Pancasila, bukan pencipta Pancasila

Bung Karno membawakan pidato "Lahirnya Pancasila" mula-mula dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Jika ingin diringkas, demikian usul Bung Karno saat itu, dapat menjadi Trisila: 1. Sosio kebangsaan/nasionalisme 2. Sosio kerakyatan/demokrasi, 3. Ketuhanan.

Pidato bersejarah itu coba dikaburkan oleh sejarahwan semasa Orde Baru sehingga mengesankan bahwa rumusan Pancasila adalah gagasan Muhammad Yamin. 

Perdebatan dalam sidang BPUPKI terkait kalimat dan tata urutan sila dalam Pancasila berlangsung seru.

Kompromi paling alot adalah mengenai sila pertama: Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari'at Islam bagi pemeloek2-nja

Setelah kompromi tercapai, kalimat dan tata urutan Pancasila menjadi seperti ini:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Namun, ini anehnya, Bung Karno sendiri mengucapkan sila itu tidak berurutan.

Ini terlihat dalam video dari tahun 1956 saat Bung Karno berpidato dalam bahasa Inggris di depan Kongres Amerika Serikat. 

Bung Karno menyebut Pancasila sebagai the five guiding principles of our national life, lima pedoman kehidupan nasional. Simak urutannya:

First: Believe in God 

Second: Nationalism

Third: Humanity

Fourth: Democracy

Fifth: Social Justice

Halaman
Penulis: Yuli
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved