Jatim Ikut Dua Pra PON Tenis Meja

Karena tampil di dua event Pra PON, Jatim terpaksa menambah dua atlet baru di luar Puslatda.

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Jatim akan mengikuti dua event Pra PON XIX Tenis Meja yang digelar oleh dua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), yakni di Bali dan Bandung.

"Kami tak tahu, Pra PON mana yang akan diakui. Jika hanya ikut salah satu dan salah, bisa jadi malah tak bisa ikut PON. Makanya, kami ikut semua," terang Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Jatim, Irmantara Subagya kepada wartawan, Senin (19/10/2015).

Sikap KONI Jatim tak mau berpihak dan tenis meja menjadi andalan Jatim mendulang emas di PON. "Untuk persiapan sudah kami lakukan sejak lama. Kami ingin tenis meja bisa lolos di semua nomor yang dipertandingkan," tuturnya.

Kebingungan daerah untuk Pra PON terkait dualisme kepengurusan, PP PTMSI di bawah Ketum Oegroseno menggelar Pra PON di Bali, sedang PB PTMSI yang diketuai Marzuki Ali menggelar Pra PON di Bandung diperkuat surat dari KONI Pusat.

Kubu Marzuki Ali didukung KONI Pusat sedangkan PTMSI Oegroseno sudah diputuskan MA sebagai organisasi PTMSI yang sah secara hukum.

"November ini ada pergantian Ketum KONI Pusat. Kalau Tono Suratman tak jadi ketum lagi dan PTSMI yang sah Pak Oegroseno, tentu kami tak mau risiko," tegasnya.

Karena tampil di dua event Pra PON, Jatim terpaksa menambah dua atlet baru di luar Puslatda. "Tim lalu dibagi dua, satu turun di Bandung satu di Bali. Ada dua tambahan atlet yang kita turunkan di Bali," tambah Pelatih Puslatda Tenis Meja Jatim, Elias Mustaqim.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved