Kereta Api

Lagi, 10 Bocah Kediri Iseng Lempari Gerbong Kereta Api

"Petugas sempat mengamankan anak-anak yang terlibat melakukan pelemparan," ungkap Eko Budiyanto, Humas Daops 7 Madiun.

Lagi, 10 Bocah Kediri Iseng Lempari Gerbong Kereta Api
antara/irfan anshori
ILUSTRASI KERETA API 

SURYA.co.id | KEDIRI - Sebanyak 10 anak belasan tahun yang tengah bermain di pinggiran rel Kereta api melempari gerbong KA di wilayah Purwoasri, Kabupaten Kediri.

"Petugas sempat mengamankan anak-anak yang terlibat melakukan pelemparan," ungkap Eko Budiyanto, Humas Daops 7 Madiun kepada sejumlah wartawan, Kamis (15/10/2015).

Aksi pelemparan gerbong KA yang dilakukan anak-anak ini terjadi Rabu (14/10/2015) petang. Meski tidak sampai mengakibatkan kerusakan, namun pelemparan dapat membahayakan penumpang.

Karena pelakunya masih anak-anak, tidak dilakukan penahanan. Tapi orangtuanya telah dipanggil untuk membuat surat pernyataan.

"Kalau anaknya masih mengulangi lagi melakukan pelemparan akan diteruskan ke ranah hukum. Kalau pelemparan yang dilakukan mengakibatkan kerusakan, orangtuanya harus mengganti," tegasnya.

Eko mengimbau masyarakat jangan sampai berbuat iseng atau sengaja melakukan pelemparan batu atau benda keras ke arah KA. Karena KA yang tengah melaju jika dilempar batu kecil sudah dapat mengakibatkan kerusakan.

Malahan batu kecil jika dilempar ke arah kaca KA yang tengah melaju kencang dapat mengakibatkan kacanya pecah.

"Serpihan kaca dan batunya dapat mengenai penumpangnya," ungkapnya.

Diharapkan masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap aset PT KAI yang merupakan milik negara. "Kasus pelemparan mengalami peningkatan saat musim liburan," ungkapnya.

Bulan lalu sekitar 16 anak yang melakukan pelemparan batu di rel KA wilayah Kertosono juga diamankan. Orangtuanya juga telah diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kasus yang sama juga terjadi di wilayah Stasiun Barat ada 11 anak yang melakukan pelemparan.

Tags
Kereta Api
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help