Ararkula Membuat Produk Kaos Nasionalisme

Kegiatan sosial ini bersama teman-teman Ungres yang sudah senang terhadap kegiatan sosial saat Ospek.

Ararkula Membuat Produk Kaos Nasionalisme
surya/sugiyono
NASIONALISME - Produk-produk Ararkula yang telah beredar dan akan diproduksi untuk menanamkan rasa nasionalisme, Minggu (11/10/2015). 

SURYA.CO.ID I GRESIK - Prasetya Yuda, warga kelahiran Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik, merintis usaha konveksi kaos dari menjadi penjual sampai sekarang menjadi pengusaha konveksi sendiri yang diberi brand Ararkula.

Usaha itu dilakukan saat masih duduk di bangku kuliah Universitas Gresik (Ungres) Jl Arif Rahman Hakim, Gresik. Lulusan SMK Negeri 1 Cerme yang masih lajang ini memulai usaha konveksi dibidang kaos setelah sedikitnya 4 tahun menjual konveksi milik temannya.

"Dari ilmu berdagang itu akhirnya bisa mengetahui dan memahami cara berjualan pakaian," kata Pras, panggilan akrabnya, Minggu (11/10/2015).

Setelah berhasil lulus Fakultas Ekonomi Ungres, 2013, Pras, bermitra dengan temannya yang sudah ada menggeluti dunia konveksi di Bandung, Jawa Barat, selama hampir 4 tahun lebih.

Merasa cukup untuk memulai bisnis clothing dari menjadi resaller beberapa brand-brand ternama akhirnya November 2014, mengeluarkan produksi sendiri.

"Awalnya mengeluarkan hanya dua dosin kaos. Hanya untuk clothing dari modal sendiri sekitar Rp 2 juta. Bahan kaosnya dibuat dari bahan cotton combed pada umumnya namun ada perbedaan cotton lainnya yaitu pada proses washing pada cotton tersebut sehingga memberikan handfeel yang lebih halus dari cotton pada umumnya," terangnya,

Di Gresik belum banyak yang menggunakan bahan itu. Kualitasnya lebih halus," imbuhnya.

Dari dua dosin tersebut, sempat mengalami kesulitan penjualan sebab desain yang ditawarkan belum banyak dikenal oleh kalangan muda dan akhirnya sempat lama tidak terjual.

Akhirnya, kaos tersebut dititipkan ke Distro milik temannya dan menjual via online. "Bukannya tidak laku tapi karena belum dikenal dan mengenal pasar. Akhirnya barang diobral saat Malam Pasar Bandeng dan habis dengan harga rata-rata Rp 120.000/kaos," imbuhnya.

Pasar Bandeng merupakan acara tradisional Pemkab Gresik untuk melelang bandeng hasil petani tambak. Acaranya setiap dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Halaman
12
Tags
wirausaha
Penulis: Sugiyono
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved