Traveling

Gadis Cantik Ini Cuek Kulitnya Terbakar Matahari

Traveling tak harus mahal. Kalau mau backpacker, inap di hostel malah bisa ketemu bule dari macam-macam negara untuk tambah wawasan.

Gadis Cantik Ini Cuek Kulitnya Terbakar Matahari
DOK PRIBADI
Ika Karra 

SURYA.co.id | SURABAYA - Traveling, baik di dalam negeri maupun luar negeri tak harus mengeluarkan bea banyak dengan fasilitas nyaman. Ika Setyawardhani justru menikmati perjalanan ala backpacker.

Cukup bawa baju dalam tas punggung. Menginapnya pun bukan hotel berbintang, melainkan di hostel, yang sekamar bisa dipakai beramai-ramai dengan teman-teman satu rombongan.

“Saya lebih suka pergi dengan cara begini. Lebih enak, karena bisa kenal dengan banyak orang dari seluruh dunia yang juga doyan backpacker-an,” kata gadis yang dikenal dengan nama Ika Karra ini.

Sulung dari dua bersaudara ini hampir setiap akhir pekan melakukan traveling bersama teman-temannya yang tergabung di grup traveling backpacker. “Biasanya Sabtu-Minggu kami pakai menikmati suasana di luar rumah,” papar mahasiswi semester 7 Jurusan Akuntansi Universitas Dr Soetomo Surabaya ini.

Aktivitas yang sering dilakukan saat plesir adalah menikmati suasana di pantai atau snorkeling. Perempuan kelahiran Surabaya, 28 Oktober 1991 ini tak peduli menghadapi resiko kulitnya terbakar mentari.

“Nggak apa-apa. Kulit hitam kan eksotis dan justru disukai bule,” begitu canda Ika yang aktif di kelompok cheerleader saat masih di SMK Negeri 4 Surabaya.

Selain Singapura, Ika dan kawan-kawannya sudah menjelajahi sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sulawesi. “Saya justru belum pernah ke Pacitan. Saya ingin ke sana, karena kabarnya pemandangan di sana sangat bagus,” ujar penggemar modern dance ini.

Namun, lanjut Ika, belakangan aktivitas itu sudah dikurangi lantaran jadwal kuliahnya yang makin padat. “Sudah banyak tugas kampus, sehingga tak mungkin tiap akhir pekan traveling,” urainya.

Sebagai ganti acara plesir, gadis yang tak suka lagu-lagu cengeng ini pilih memasak di rumah. Ika sering browsing untuk mencari resep-resep yang bisa dipraktekkan sendiri.

“Cari yang bahannya gampang diperoleh di pasar, dan orang rumah juga bisa menikmati,” tuturnya.

Tags
remas
Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help