Arek Malang Pimpin Sekolah Marinir AL

I Made dilantik sebagai Komandan Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Surabaya menggantikan Kolonel Marinir Ichwan Dargianto.

SURYA.co.id | SURABAYA - Kolonel Marinir I Made Wahyu Santoso, arek Malang, dipercaya memimpin sekolah marinir untuk mendidik prajurit terlatih TNI AL.

Arek Malang keturunan Bali ini adalah Kolonel I Made Wahyu Santoso.

I Made dilantik sebagai Komandan Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Surabaya menggantikan Kolonel Marinir Ichwan Dargianto.

Ichwan yang asli Subang ini menyerahkan tugas sebagai komandan Kodikmar dalam upacara militer di Markas Kodikmar Gunungsari, Surabaya, Rabu (30/9/2015).
Upacara serah terima jabatan militer dipimpin Komandan Kobangdikal Laks Muda TNI Tri Wahyudi Sukarno.

Para prajurit khusus dilibatkan dalam upacara serah terima jabatan tersebut. Selain itu tampak para perwira dan para pimpina militer di lingkungan TNI AL. Selain para pejabat Polri dan Pemprov Jatim serta undangan lainnya.

"Ini tantangan baru bagi Komandan baru Kodikmar untuk terus meningkatkan profesionalisme calon prajurit. Semua calon marinir se-Indonesia dididik di sini. Perkokoh persaudaraan semua prajurit," kata Tri.

Kolonel Wahyu adalah perwira yang besar di lingkungan TNI AL. Dia lahir dan besar di Malang, tepatnya di lingkungan TNI Singosari. Komandan baru ini lahir pada 14 Juli 1965.

Sebelum dipercaya memimpin Kodikmar, Wahyu bertugas di Kodam IV Diponegoro.

Di markas TNI di Semarang itu, Wahyu sebagai perwira Liaison Officer Kodam IV Diponegoro.

Arek Malang ini adalah lulusan AAL angkatan ke-33 1988. Kini, di tangan Wahyu, sekolah khusus pendidikan marinir tersebut.

Apalagi ada kebijakan bahwa tahun depan, pusat pendidikan marinir di Indonesia ini akan menambah kuota penerimaan siswa baru. Para lulusan SMA yang berminat ke marinir diberi kuota dari tahun ini sekitar 700 siswa baru menjadi 1.000 siswa baru.

"Inilah tantangan saya untuk peningkatan kualitas SDM calon prajurit. Dengan gadik (tenaga pendidik) kami 190. Sesuai arahan Bapak Komandan Kobangdikal, akan kami optimalkan," kata Wahyu.

Selama ini tak ada marinir perempuan dari korp ini. Saat dikonfirmasikan, Komandan Kobangdokal Tri menyatakan bahwa sejuh ini belum ada instruksi untuk prajurit perempuan ini. Sebab standar marinir memang katat.

Tri berharap sekolah marinir di Gunungsari ini terus mengikuti perkembangan alustista dan teknologi. Setiap ada alustista baru diharapkan ada modelnya yang bisa dilatihkan di Kodimar. Jadi saat di medan dan lapangan sudah siap.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved