Pendidikan di Surabaya

Sosialisasikan Bahaya HIV AIDS Tanpa Tunggu Hari Peringatan

Puluhan mashasiswa dalam komunitas Viva Education of Drugs and HIV&AIDS; (VEDHA) Jawa Timur menyosialisasikan bahaya virus HIV dan AIDS.

Sosialisasikan Bahaya HIV AIDS Tanpa Tunggu Hari Peringatan
aflahul abidin
Salah satu tim Viva Education of Drugs and HIV & AIDS (VEDHA) Jawa Timur memberi punyuluhan kepada siswa di SMKN 3 Surabaya, Sabtu (26/9/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan mashasiswa yang tergabung dalam komunitas Viva Education of Drugs and HIV&AIDS (VEDHA) Jawa Timur menyosialisasikan bahaya virus HIV dan penyakit AIDS kepada para 500-an siswa SMKN 3 Surabaya, Sabtu (26/9/2015). Kampanye ini sengaja digelar jauh dari hari AIDS Sedunia 1 Desember.

“Karena penyakit AIDS tak hanya menyerang saat hari peringantannya saja. Kegiatan ini kami harap bukan hanya seremonial peringatan hari tertentu saja. Tapi juga mampu mengedukasi,” kata Anna Anna Mahsusoh, salah satu anggota tim inti VEDHA, sela sosialisasi.

Tak hanya berharap para siswa SMK yang dituju mengerti, penyelenggara kegiatan juga berharap ilmu yang didapat siswa akan ditularkan pada komunitasnya di luar sekolah.

Dalam kegitan itu, puluhan relawan dibagi menjadi beberapa tim yang terdiri dari tiga sampai empat orang per tim. Tiap tim masuk ke ruang kelas yang berbeda-beda. Mereka kepada siswa menerangkan pelbagai hal soal AIDS mulai dari penyebab, penularan, risiko, dan penyuluhan. Tim itu juga memberikan pertanyaan tertulis untuk diisi para siswa.

“Pertanyaannya tentang seluk beluk virus HIV dan penyakit AIDS. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan mereka soal penyakit itu,” terang Anna.

Kalangan pelajar menengah sengaja dibidik komunitas itu karana peningkatan kasus HIV AIDS di Indonesia dalam dua tahun terakhir paling tinggi terjadi pada remaja usia 15 sampai 24 tahun.

“Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, peningkatannya lebih dari dua kali lipat. Dari enam kasus pada 2013 menjadi 13 kasus pada tahun selanjutnya. Penyuluhan ini diharap bisa menurunkan kembali jumlah itu pada tahun ini,” kata Sandra Santoso, Head of Client Relationship Cluster Standard Chartered Surabaya, dalam kegiatan yang sama.

Pada kegiatan tersebut, VEDHA memang bekerja sama dengan perusahaan perbankan asal Inggris itu. Rencananya, di Jatim kegitan itu akan digelar di 30 sekolah yang berbeda. Anna bilang, sosialisasi pertama sudah dilakukan mulai Februari lalu.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari empat universitas di Surabaya, yakni Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Hang Tuah Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dan Universitas Bhayangkara.

Pemberian materi yang berlangsung sekitar tiga jam itu menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMK itu mengetahui HIV AIDS. Namun mereka belum waspada terhadap proses penularan serta penyebabnya.

“Mereka mengetahui bahwa seks bebas menyebabkan HIV AIDS. Tapi mereka ada juga yang tak tahu bahwa ada penyebab lain. Seperti narkotika dan sejenisnya,” ujar Anna.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Surabaya Mudianto mengatakan, kegiatan itu bersinergi dengan program kontra narkoba yang diangkat pihak sekolah. Ia berharap, sosialisasi tersebut bisa melengkapi kebutuhan para siswa didik terhadap hal-hal berbahaya.

Selama ini, kata dia, pihak sekolah sudah berkerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya dan Kejaksaan.

“Mungkin kalau dengan BNNK dan Kejaksaan siswa agak canggung, dengan para mahasiswa mereka bisa lebih akrab. Semoga saja keakraban itu berdampak positif. Materi yang disampaikan bisa lebih cepat diserap,” ujar dia. 

Baca selengkapnya di Harian SURYA
LIKE http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW http://twitter.com/portalSURYA

Tags
HIV/AIDS
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved