Berita Tulungagung

Relawan Bangun Rumah Layak Huni untuk Nenek 80 Tahun Sebatangkara

Mbah Simpen, nenek 80 tahun yan sakit-sakitan dan sebatangkara di Tulungagung. Kini, banyak orang membantu berkat pemberitaan media massa.

Relawan Bangun Rumah Layak Huni untuk Nenek 80 Tahun Sebatangkara
didik mashudi
Rumah Mbah Simpen di Tulungagung yang hidup sebatangkara kini sudah layak huni. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Mbah Simpen (80), nenek sebatangkara yang tinggal di gubuk reyot kini bisa tersenyum lega. Karena rumahnya sudah direhab para relawan sehingga menjadi layak huni.

"Ada beberapa kelompok relawan dan perkumpulan komunitas yang bergotong royong melakukan bedah rumah Mbah Simpen," ungkap Arif, salah satu relawan kepada Surya, Sabtu (26/9/2015).

Sebelumnya, rumah Mbah Simpen di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung sangat tidak layak huni. Lantainya dari tanah dan dindingnya dari sesek yang sudah bolong-bolong.

Setelah dilakukan bedah rumah, kini rumah mungil ukuran 2 x 3 meter itu sudah berlantai plester semen. Tembok bawah juga dibuat dari batako dan dinding dari sesek diganti dengan triplek.

Kondisi rumahnya sendiri sudah bersih dan lebih layak huni. Mbah Simpen yang sebelumnya tidur di tikar lusuh, kini sudah tidur dengan kasur busa berikut bantalnya yang empuk.

Di dalam rumahnya juga banyak tertumpuk sembako bantuan dari para relawan dan dermawan yang bersimpati dengan penderitaannya. Beberapa di antaranya beras ada tiga sak, dua kardus mie instan dan beberapa kaleng biskuit.

Rumah yang sebelumnya kumuh kini terlihat bersih serta berpintu. Mbah Simpen sendiri kondisinya juga lebih terawat karena luka di telapak kaki kirinya telah dibungkus kain perban yang bersih.

Padahal sebelumnya rumah Mbah Simpen sangat kumuh. Termasuk Mbah Simpen sendiri jarang mandi. "Ada saja relawan yang datang hanya sekedar membantu Mbah Simpen mandi," ungkapnya.

Menurut Arif, bedah rumah Mbah Simpen dibantu donatur dari perkumpulan komunitas Jeep. Para relawan komunitas Jeep itulah yang memperbaiki dengan memasang plester dan batu batako.

Sedangkan relawan lainnya membantu memberi sembako dan kebutuhan sehari-hari. "Sejak kasusnya dimuat di koran dan disebarkan melalui facebook simpati banyak berdatangan," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved