Berita Tulungagung

Para Relawan Mandikan Nenek Sebatangkara, Pejabat Lalu Mendata

#TULUNGAGUNG - Sewaktu datang ke rumah Mbah Simpen juga memberikan sumbangan uang tunai Rp 1 juta, membelikan sembako dan kasur lipat.

Para Relawan Mandikan Nenek Sebatangkara, Pejabat Lalu Mendata
via didik mashudi
Mbah Simpen disuapi dan dimandikan para relawan yang mengunjungi rumahnya di Tulungagung, Senin (7/9/2015). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Nasib Mbah Simpen (80), nenek sebatangkara yang penah diberitakan di SURYA.co.id, mengetuk hati para dermawan.

Sejumlah relawan mengunjungi rumahnya di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Senin (7/9/2015).

Selain memberikan bantuan uang dan barang, juga merawat Mbah Simpen. Malahan relawan tak segan-segan memandikan tubuh Mbah Simpen yang memang jarang sekali mandi.

Seorang relawan pria kemudian membopong tubuh Mbah Simpen keluar dari gubuk deritanya. Selanjutnya tubuh Mbah Simpen dimandikan dan dikeramasi di kamar mandi milik tetangga.

Mbah Simpen selama ini memang jarang mandi karena dia tidak bisa berjalan secara normal. Untuk beralih tempat dilakukan dengan cara ngesot.

Mbah Simpen terlihat sangat gembira mendapat perhatian dari anak-anak muda yang mendatangi rumahnya. Setelah dimandikan, seorang relawan perempuan kemudian tak segan-segan menyuapinya.

Nenek sebatangkara itu terlihat sangat menikmati masakan yang dibawakan para relawan. Sehingga tampak lahap mengunyah makanan.

Para relawan ini tergabung dalam paguyuban Arek Tulungagung (Areta). Komunitas ini merupakan perkumpulan sosial para TKW asal Tulungagung yang bekerja di Taiwan.

Sewaktu datang ke rumah Mbah Simpen juga memberikan sumbangan uang tunai Rp 1 juta, membelikan sembako dan kasur lipat.

Para relawan juga mengobati dan membersihkan luka di telapak kaki Mbah Simpen dengan obat-obatan. Selama ini luka di kaki nenek renta itu hanya ditaburi obat serbuk puyer serta dibungkus kain kumal.

"Mbah Simpen terlihat gembira dan senang dengan kedatangan kami. Ini kegiatan spontanitas kami untuk merawat Mbah Simpen," ungkap Iin, salah satu anggota Komunitas Areta kepada SURYA.co.id.

Selain dikunjungi komunitas Areta, petugas dari Kantor Dinas Sosial Pemkab Tulungagung juga datang ke rumah Mbah Simpen. Namun petugas hanya sekedar melakukan pendataan saja tidak memberikan bantuan.

Namun yang disayangkan, terungkapnya kisah Mbah Simpen itu tampaknya membuat kurang berkenan pihak perangkat desa setempat.

Baca selengkapnya di Harian SURYA
LIKE http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help