Citizen Reporter

Membedah Anak-anak Masa Lalu Damhuri Muhammad

ada kisah liris, juga miris, dari gua garba masa lalu Damhuri Muhammad...

Membedah Anak-anak Masa Lalu Damhuri Muhammad
www
ilustrasi 

Oleh : Ihdina Sabili
Mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perancangan, ITS Surabaya 

JUMAT (28/8/2015) petang, Anak-anak Masa Lalu (2015) Damhuri Muhammad dibedah oleh Shoim Anwar. di Kedai kreasi, Ketintang, Surabaya.

Penulis berdarah Padang ini banyak menceritakan proses kreatifnya dalam berkarya, juga filosofi-filosofi dan latar belakang kelahiran karya-karyanya. Dari 14 cerita pendek yang terhimpun dalam buku setebal 121 halaman berjudul Anak-anak Masa Lalu ini, Damhuri memilih satu judul yang paling mengesankan, Dua Rahasia Dua Kematian.

"Cerita ini terinspirasi dari cerita nyata yang dialami murid saya di kampung pasca gempa di Sumatera Barat,” tuturnya.

Kian larut diskusi berlangsung kian hangat dan padat, didukung tamu yang berdatangan, pegiat literasi di ranah sastra dan seni tanah air yang tak asing lagi.

Di antaranya, ada Achudiyat, maestro teater, Sirikit Syah, mantan wartawan, penulis yang kini lebihh asyik sebagai dosen, hingga Rahmat Giryadi, punggawa seniman Surabaya.

Menutup diskusi dan bedah buku, Shoim Anwar memaparkan ciri khas sang penulis yang kini mukim di Jakarta ini, bahwa dalam berkisah, Dam selalu mengangkat akar budaya daerah asalnya yang dipadukan dengan konflik global. Di sinilah keindahan bercerita itu tercipta, puji Shoim Anwar.

Diskusi sempat jeda dengan pembacaan cerpen Damhuri Muhammad oleh Bagus Putu Parto dan Giryadi. Tepat pukul 22.00 WIB bedah buku Damhuri pun disudahi.

 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved