Perluas Jaringan Edukasi Stem Cell dan Cancer Institute

Dari data Jamkesmas Tahun 2012, pengobatan penyakit kanker mencapai Rp 144,7 Miliar, dan menempati urutan kedua setelah pengobatan Hemodialisa.

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Sejak meningkatnya program stem cell Tahun 2013, edukasi demi edukasi tentang stem cell terus dikembangkan. Sasaran utama edukasi ini ialah praktisi, ahli kesehatan dan dokter.

Dalam kegiatan bertajuk Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series yang mengangkat tema "Terapi Immunologi pada Kanker", PT Kalbe Farma dengan Stem Cell & Cancer Institute, memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya akademisi dan praktisi mengenai perkembangan riset dan teknologi kesehatan terkini di Fakultas Kedokteran (FK) Unair, Sabtu (29/8/2015).

"Stem cell saat ini sudah digunakan untuk memberikan kesembuhan penyakit tertentu. Ya tidak 100 persen, tapi mampu memberikan generasi sel baru," terang Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr Ami Ashariati, SpPD.

Selain itu, untuk mengatasi penyakit kanker, apabila seorang pasien menjalani kemotherapy akan membunuh semua sel kanker beserta sel sehat. "Tapi kalau immunoteraphy, hanya membunuh sel kanker saja, dan tetap mempertahanyakan sel sehat pasien," terangnya.

Dr Sandy Qlintang, Direktur Stem Cell and Cancer Institute, mengatakan, saat ini kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbesar di dunia dan di Indonesia.

"Oleh karena itu, Kalbe melakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana penatalaksanaan kanker yang tepat, misalnya melalui deteksi dini, diagnosa yang akurat dan terapi yang tepat," kata dia.

Ia menambahkan, Tema Cancer Immunology dan Immunotherapy dipilih karena dalam perkembangan beberapa tahun terakhir, immunotherapy ini terbukti memberikan hasil yang signifikan dalam pengobatan kanker termasuk kepada pasien kanker stadium lanjut.

"Saya dapat laporan, data dari Kementerian Kesehatan, 12 juta orang di dunia menderita kanker dan lebih dari 8 juta diantaranya meninggal dunia. Sungguh memprihatinkan. Maka dari itu, edukasi masyarakat perlu ditingkatkan," ungkapnya.

Laporan Global Burden Cancer (Globocan 2012) yang dikutip dalam keterangan pers Kemenkes pada Hari Kanker Sedunia Februari 2015, memperkirakan insiden kanker di Indonesia sebesar 134 per 100.000 penduduk.

Dari data Jamkesmas Tahun 2012, pengobatan penyakit kanker mencapai Rp 144,7 Miliar, dan menempati urutan kedua setelah pengobatan Hemodialisa. Sedangkan menurut data BPJS, 88.000 kasus kanker rawat jalan pada Periode Januari-Juni 2014, memakan biaya sebesar Rp 124,7 Miliar.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Tags
stem cell
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help