Berita Kediri

Pemilik Bengkel Jadi Penadah, Motor Yang Diberikan Dalam Kondisi Butut

4 unit sepeda motor yang diamankan terdiri dari berbagai merk. Namun motor yang dicuri pelaku kondisinya sudah butut.

Pemilik Bengkel Jadi Penadah, Motor Yang Diberikan Dalam Kondisi Butut
surya/didik mashudi
Pencuri dan penadah motor curian diamankan di Mapolsek Plosoklaten, Sabtu (29/8/2015). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Pencuri dan penadah motor curian diringkus petugas buser Polsek Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Empat sepeda motor hasil kejahatan diamankan petugas, Sabtu (29/8/2015).

Kedua pelaku masing-masing MS (43) pelaku pencurian warga Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten. Sedangkan penadahnya SH (52), pemilik bengkel sepeda motor di Desa Pranggang, Kecamatan Posoklaten.

Sementara 4 unit sepeda motor yang diamankan terdiri dari berbagai merk. Namun motor yang dicuri pelaku kondisinya sudah butut.

Menurut Kapolsek Plosoklaten, AKP Samsul Huda, kedua pelaku diamankan setelah petugas melakukan penyelidikan. Karena kasus pencurian itu diduga melibatkan sindikat pencuri dan penadahnya.

Kasus ini terungkap bermula dari laporan salah satu korban yang melapor ke Polsek Plosoklaten. "Dari keterangan korban, kita temukan kecurigaan terhadap pelaku," ujarnya.

Meski telah mengamankan dua pelaku, kasus ini akan terus dikembangkan. Karena ada indikasi keterkaitan dengan tindak pidana pencurian di lokasi lain.

Penadah yang memiliki bengkel telah menghapus nomor seri rangka dan nomer mesin sepeda motor. Upaya itu untuk menghilangkan jejak kasus pencurian.

Sementara tersangka MS mengaku mencuri sejak 7 bulan terakhir. Modusnya, pelaku mengintai sepeda motor yang ditinggal pemiliknya di areal persawahan.

Sementara SH mengaku menjadi penadah barang curian karena kasihan dengan pelaku.
Masalahnya, pelaku berdalih pinjam uang untuk membelikan susu anaknya yang masih kecil.

"Dia pinjam uang Rp 400.000 dengan jaminan sepeda motor. Kemudian pinjam lagi Rp 300.000. Karena utangnya tidak dilunasi, sepeda motornya saya jual pada seseorang dengan cara diangsur Rp 60.000 setiap bulan," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved