Berita Kediri

Terlapor Penggerak Rusuh Muswil PAN Mangkir dari Panggilan Polisi

Agus Maemun dan Basuki Babusalam (DPRD Jatim), Sugiarto (DPRD Banyuwangi) dan Haris (DPRD Sidoarjo) serta Amar Sarifudin.

Terlapor Penggerak Rusuh Muswil PAN Mangkir dari Panggilan Polisi
surya/didik mashudi
Suasana ruang yang porak poranda pasca rusuh Muswil PAN Jatim di Hotel Insumo, Kota Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Lima terlapor tokoh penggerak rusuh Muswil PAN Jatim mangkir tidak menghadiri panggilan penyidik Polres Kediri Kota. Para terlapor berdalih menghadiri rapat di dewan serta ada terlapor yang berangkat haji.

"Dari lima terlapor yang kami panggil tidak ada satupun yang datang. Para terlapor mengaku berhalangan hadir karena ada kegiatan," ungkap AKP Wahyu Prasetyo, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota kepada Surya, Jumat (28/8/2015).

Dijelaskan AKP Wahyu Prasetya, para terlapor sebenarnya sudah dipanggil untuk diperiksa penyidik pada Selasa (25/8/2015).

Hanya saja pada panggilan pertama tidak ada terlapor yang datang. Penyidik akan memanggil ulang terlapor pada Senin (31/8/2015) mendatang. "Kami akan panggil lagi, mudah-mudahan ada yang datang," harapnya.

Polres Kediri meneruskan penyelidikan kasus rusuh yang berlangsung saat pelaksanaan Muswil PAN. Terlapor dipanggil setelah petugas memeriksa pelapor panitia Muswil PAN dan satgas PAN yang menjadi korban penganiayaan.

Penyidik telah mempelajari dokumentasi foto-foto, rekaman kamera CCTV serta rekaman video saat kerusuhan terjadi. Dari hasil foto dan rekaman video tersebut mengerucut pada lima nama terlapor.

Ke 5 tokoh yang dituding telah memimpin aksi penyerangan saat Muswil PAN masing-masing, Agus Maemun dan Basuki Babusalam keduanya anggota DPRD Jatim. Kemudian Sugiarto dan Haris anggota dewan dari DPRD Banyuwangi dan Sidoarjo serta Amar Sarifudin.

Sementara H Masfuk yang menurut sejumlah saksi mata juga ada di lokasi kericuhan sejauh ini tidak masuk tokoh yang dilaporkan ke polisi.

Diberitakan sebelumnya, panitia Muswil IV PAN Jatim telah melaporkan kasus perusakan dan pengeroyokan yang terjadi saat penghitungan suara. Ada 5 orang tokoh pendukung Masfuk yang telah dilaporkan ke Polres Kediri Kota, Selasa (11/8/2015).

Laporan polisi terkait kasus kerusuhan dilakukan Hariyanto (50), salah satu panitia Muswil IV PAN Jatim. Kerugian materiil akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 25 juta.

Sedangkan pasal yang disangkakan kepada para terlapor pasal 170 KUHP karena melakukan perusakan dan pengeroyokan.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved