Berita Kediri

Masya Allah, Penderita Polio di Kediri Tewas Terbakar Tanpa Pertolongan

Ada dugaan korban bermaksud memasak di kompor minyak tanah. Karena menderita sakit polio sehingga tidak cekatan memadamkan. Saat itu, ia seorang diri.

Masya Allah, Penderita Polio di Kediri Tewas Terbakar Tanpa Pertolongan
didik mashudi
JASAD KORBAN - Penderita polio yang malang, Wiwik Hartiningsih (67), warga Perumahan Sukorejo Indah Blok BB 16, Kota Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Wiwik Hartiningsih (67), warga Perumahan Sukorejo Indah Blok BB 16, Kota Kediri yang tewas terbakar di dapur rumahnya merupakan penderita sakit folio.

Petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan korban, Selasa (25/8/2015) malam.

Diduga kebakaran yang menewaskan korban sudah berlangsung sejak siang atau sore hari. Namun kejadian itu baru diketahui adiknya Sri Hartini (59) sepulang bepergian pukul 19.30 WIB.

Masalahnya Sri Hartini sebelumnya pergi ke Surabaya dan baru kembali malam hari. Saat korban terbakar, tinggal di rumah sendirian.

Dari TKP kejadian diketahui korban terbakar di dekat kompor minyak tanah yang ada di dapur. Saat ditemukan tubuhnya sudah hangus terbakar.

Bagian wajah, tangan dan perut sudah menghitam. Hanya bagian kedua kaki korban yang terlihat masih utuh. Sedangkan pakaian yang dikenakan juga sudah hangus terbakar.

Di dekat kejadian terlihat sepasang kruk alat bantu berjalan yang selama ini dipakai korban tergeletak. Sedangkan kursi plastik ikut hangus terbakar.

Beruntung kebakaran itu tidak sampai merembet ke tabung gas elpiji yang hanya terpaut satu meter dari posisi korban terbakar.

Ada dugaan korban bermaksud akan memasak di kompor minyak tanah kemudian apinya menyambar pakaiannya. Karena korban menderita sakit polio sehingga tidak cekatan memadamkan api dan tubuhnya terbakar.  

Saat ditemukan api yang membakar tubuh korban sudah padam. Kondisi tubuhnya juga hangus total serta sulit dikenali.

Petugas identifikasi dari Polres Kediri yang melakukan olah TKP kemudian mengamankan kompor minyak tanah berikut panci.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Kapolsek Gampengrejo AKP Edy Subandrio saat dikonfirmasi menjelaskan, kejadian itu diketahui adik korban sepulang bepergian dari Surabaya.

Petugas telah mengamankan barang bukti kompor minyak tanah dan panci yang dipakai memasak korban. Sedangkan jenasah korban dimintakan visum dari rumah sakit.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved