Tempo Doeloe

Kata Bung Karno, Gunung Kelud di Blitar

Hingga jadi Presiden, Bung Karno mudik ke Blitar, bukan Surabaya yang sekadar tempat tugas pertama guru Soekemi di Jawa setelah pergi dari Bali.

Kata Bung Karno, Gunung Kelud di Blitar
badan arsip jatim
Rombongan Presiden Sukarno mengunjungi lereng Gunung Kelud sisi Blitar tahun 1951. 

SURYA.co.id | BLITAR - Gunung Kelud sedang jadi sengketa antara Pemkab Blitar versus Pemkab Kediri.

Sengketa agraria itu belum final, dan ada kecenderungan masih lama tetapi Pemkab Kediri setidaknya setelah Reformasi 1998 merasa memiliki dan mengelola sepenuhnya. 

Pemkab Blitar maupun Kediri sama-sama menyodorkan bukti hukum. 

Kisah di bawah ini tidak masuk ranah hukum. Kisah ini sekadar mengulang kenangan orang besar yang "numpang lahir" di Surabaya pada 6 Juni 1901.

Ia memang lahir di Surabaya tetapi memiliki keterikatan batin yang kuat pada Blitar.

Ya, dia Bung Karno atau Sukarno atau Soekarno

Ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo (mangkat 8 Mei 1945), seorang guru Jawa yang terpandang dan ibunya yang berdarah ningrat Bali, Ida Ayu Nyoman Rai (mangkat 12 September 1958), memang bermukim di Blitar.

Hingga jadi Presiden, Bung Karno mudik ke Blitar, bukan Surabaya yang sekadar menjadi tempat tugas pertama guru Soekemi di Jawa setelah pergi dari Bali.

Nah, nukilan pidato Bung Karno di bawah ini menggambarkan posisi geografis Gunung Kelud dalam ingatan Bung Karno

Bung Karno mengucapkan pidato di bawah ini pada Musyawarah Nasional Teknik di Istora Senayan, Jakarta, 30 September 1965.

Halaman
123
Penulis: Yuli
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved