Citizen Reporter

Sekolah Ini Masih Numpang di Rumah Warga

kendati numpang di rumah warga sekitar, tak mengurangi semangat belajar bocah-bocah TK Al Ikhsan, Kedungkandang, Kota Malang...

Sekolah Ini Masih Numpang di Rumah Warga
citizen/iven ferina kalimata
TK Al Ikhsan Malang 

Catatan peduli Iven Ferina Kalimata
Mahasiswa Program Keahlian Bisnis dan Industri Universitas Negeri Malang (PKBI UM)


BERADA di kawasan Kota Malang, meski hanya di pinggirannya, Taman Kanak-kanak (TK) Al Ikhsan di Desa Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang ini cukup memprihatinkan. Aktivitas belajar mengajar masih menumpang di rumah warga karena belum memiliki gedung sendiri. Dan hanya 25 persen dari  total 20 siswa yang membayar SPP. 

Tak ayal, berbagi bersama bocah TK Al Ikhsan berkesan  sangat mendalam. Dalam ruangan sederhana dengan tempat duduk dan meja kecil terbuat dari kayu serta aneka tempelan dinding hasil karya para siswa, untunglah tak mematahkan semangat belajar mereka.

Senyum tulus dan canda lugu mereka menjadi kekuatan menggerakkan roda belajar mengajar di Al Ikhsan. Tak banyak dari mereka yang mengenakan seragam karena kendala biaya. Hanya seragam olahraga yang kompak mereka kenakan dan untuk seragam lainya mereka cukup memakai baju sehari-hari.

Taraf pendidikan di tempat tersebut minim sekali. Dengan guru pengajar yang ada belum memenuhi standar sebagai pengajar. Status tenaga pengajar tetap yang tercatat di sana adalah satu mahasiswa dari Universitas Negeri Malang, satu guru lulusan SD dan dua guru lulusan SMA.

Bagaimana dengan mutu lulusan? Berada di bawah naungan Departemen Agama seharusnya tak menjadi halangan bagi pihak pendiri untuk mengambil guru yang sudah S1.

Namun, warga dicekam waswas jika nantinya mereka hanya mengejar materi. Sedangkan yang dibutuhkan adalah guru yang mampu mengikuti anak-anak dan mau mengajar dengan sukarela.

Kegiatan ini semula hanya pemenuhan mata kuliah management event organizer, dan ternyata responsnya lebih dari yang diharapkan. Bukan hanya sebagai tugas tapi lebih dari panggilan rasa kemanusiaan.

Satu hal lagi yang menjadikan kegiatan ini lebih menyenangkan adalah menguji kreativitas mahasiswa. Karena biaya untuk berbagi di TK tersebut adalah hasil dari usaha mahasiswa dengan membuat  jajanan dan menjualnya. Dana yang terkumpulkan kemudian didonasikan kepada mereka yang membutuhkan.

 


 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved