Citizen Reporter

Gayengnya Cangkruk Ngaji di Langgar Seng

apapun masalahmu, kapanpun bisamu, di langgar seng inilah mereka bebas datang, cangkrukan sembari menimba ilmu kehidupan lewat Al Quran...

Gayengnya Cangkruk Ngaji di Langgar Seng
www
ilustrasi 

  

Catatan religi M Nurroziqi
Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya/mukim di Tuban
fb.com/ra djie kien

DI halaman rumah Ustadz Dawam Asrori di Desa Mandirejo, Merakurak, Tuban, berdiri langgar seng. Berupa bangunan panggung satu meter di atas tanah, berbentuk persegi ukuran 7x7 meter, berdinding seng dan atap asbes. Seng yang terlihat memudahkan orang menyebutnya langgar seng.

Langgar seng berdiri dari keinginan untuk memberikan ruang bagi siapapun yang ingin belajar atau berdiskusi tentang ilmu-ilmu agama. Sebagaimana namanya yang jauh dari formal lazimnya tempat menimba ilmu agama, langgar seng hampir setiap malam selalu ada yang datang membawa persoalan keseharian.

Atas bimbingan Ustadz Dawam Asrori dibukakan rujukan kitab kuning untuk kemudian dijelaskan sebagai jawaban dengan gaya cangkruk'an.

Penjelasan masuk akal dilontarkan penggagasnya, “namanya juga cangkruk’an yang diselipi diskusi, jadi siapapun boleh datang dan ikut menimba ilmu menambah wawasan keagamaan. Tidak harus santri dengan busana muslim yang rapi, bahkan bajingan dengan pakaian awut-awutan pun silakan datang. Di sini kita cangkruk, namun bukan cangkruk’an yang sia-sia tanpa makna, melainkan wadah saling belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.” 

Uniknya, yang datang cangkruk’an ngaji di langgar seng ini ada yang hanya bercelana pendek dan berkaos oblong. Tak hanya cangkruk’an ngaji, selepas Isya’ hingga jam 09.00 WIB, ada beberapa santri yang memang terjadwal secara khusus mengkaji Al Quran, ilmu nahwu dan beberapa kitab kuning kepada Ustadz Dawam Asrori ini.

Jadwal ngaji selepas Isya’ karena  sang Ustadz harus terlebih dahulu mengajar di beberapa lembaga belajar, di antaranya di Ponpes al-Khittoh Merakurak sendiri, dan di Nurul Hayat Perbon.

Didirikan sekitar tiga bulan silam, keberadaan langgar seng diharapkan mampu menampung siapapun dengan latar belakang apapun untuk mau cangkruk’an bersama, mengaji, saling menasehati dan memperbaiki diri.

 


 

 

 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved