Citizen Reporter

Bahasa Tarzan Guru Bahasa Inggris

mendadak ditunjuk mengajar bahasa Inggris untuk siswa SMP/SMA di Thailand? wow jurus bahasa tarzan pun diterapkan...

Bahasa Tarzan Guru Bahasa Inggris
www
ilustrasi 

 

Catatan ajar Ryan Yuli Purnami
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang
fb.com/Ryan Yuli Purnami

BAHASA, sastra Indonesia dan daerah menjadi program studi yang saya tekuni di Universitas negeri Malang (UM). Namun, saat kedapuk menjadi duta perguruan tinggi untuk mengajar di Thailand, bahasa Inggris menjadi materi yang harus diajarkan kepada siswa di sana. 

Lewat Program Pengalaman Lapangan kerjasama UM dan Badan Alumni Internasional Thailan Selatan, bersama 16 mahasiswa lain dari berbagai program studi berbeda, kami berada di Thailand Selatan selama lima bulan.

Dan menjadi hal yang tak pernah saya impikan justru bukan mengajar bahasa Indonesia, namun mengajar bahasa Inggris dan Melayu bagi siswa SMP dan SMA di sana. Duh...

Masyarakat Thailand Selatan yang notabene warga Melayu sangatlah minim berbahasa Inggris. Mereka malu berbicara dan belajar bahasa Inggris. Dan itu menjadi kendala sekaligus tantangan dalam mengajar.

Mulai dari hal-hal kecil seperti perkenalan, kosakata, dan dialog-dialog pendek menjadi pembuka kelas. Yang terpenting mereka semangat dan mau berbicara bahasa Inggris.

Tak ada buku panduan, kurikulum atau semacamnya. Buku paket bahasa Inggris untuk SMP di Indonesia pun menjadi salah satu panduan mengajar bahasa Inggris di semua kelas di jenjang SMP dan SMA di sekolah Islamnitivit, Pattani, Thailand Selatan.

Memang tidak mudah. Apalagi bahasa pengantar yang digunakan menjadi kendala belajar mengajar. Tetapi itu tidak mengurangi semangat guru dan murid untuk menuntut ilmu.

Bahasa tarzan sah-sah saja digunakan.

Bahkan, gambar dan simulasi pun betebaran di kelas untuk mengajarkan kosakata agar mudah dipahami. Dan, siswa menuliskannya kembali ke dalam bahasa Thailand atau tulisan Kokai, tulisan dalam bahasa Thailand.

Man jadda wajada...

 

Tags
Indochina
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved