Kereta Api

Arek SD Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Padahal Ada Penjaganya

Pos petugas palang berada di barat jalan. Petugas mungkin tidak mengetahui bila di timur perlintasan ada enam bocah yang akan melintas.

Arek SD Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Padahal Ada Penjaganya
zainuddin
Lokasi Kereta api yang menyerempet Rafli Ahmad (9) di perlintasan Juwingan, Surabaya, Jumat (7/8/2015) siang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kereta Api (KA) menabrak siswa SDN Kawasan, Rafli Ahmad (9) di perlintasan Juwingan, Surabaya, Jumat (7/8/2015) siang.

Jenazah arek yang akrab disapa Kipli itu sempat tergeletak di lokasi sebelum dievakuasi ke RS Dr Soetomo.

Seorang warga, Sumarsono mengungkapkan korban bermain bersama sekitar lima orang temannya di sisi timur perlintasn. Sebelum enam anak ini melewati perlintasan, terdengar bunyi kereta akan melintas. Petugas pun sudah menutup palang pintu.

Awalnya KA dari utara melintas. Tanpa disadari korban, ternyata ada juga KA dari selatan. Setelah KA dari utara melintas, korban langsung menyeberang. Tubuh korban langsung terserempet KA dari selatan.

“Teman korban langsung berlari. Saat itu suasana sedang sepi karena bertepatan dengan salat Jumat,” kata Sumarsono.

Tidak ada yang mengetahui bila korban akan melintas. Sebab, pos petugas palang berada di barat jalan. Dia menduga petugas tidak mengetahui bila di timur perlintasan ada enam bocah yang akan melintas.

Informasi kecelakaan ini langsung menyebar ke warga sekitar. Warga langsung mendatangi lokasi. Begitu pula keluarga korban yang rumahnya tidak jauh dari lokasi.

Menurutnya, jenazah korban sempat tergeletak sekitar sejam. Keluarga korban tidak bisa langsung membawa pulang jenzahnya. Petugas minta keluarga menunggu ambulans.

Sumarsono menambahkan keluarga korban menunggu sampai ambulans datang. Bahkan beberapa anggota keluarga memayungi jenazah korban secara bergiliran. Beberapa anggota keluarga korban sempat pingsan di lokasi.
“Mungkin sopir ambulans-nya masih salat Jumat,” tambahnya.

Penulis: Zainuddin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help