Citizen Reporter

Serunya Berburu Makanan Halal di Rantau

tidak semua negara menerapkan label halal pada makanan yang dijual negara mereka... berburu makanan Indonesia halal pun menjadi pengalaman seru...

Serunya Berburu Makanan Halal  di Rantau
kuliner123
ayam bakar 

Catatan ringan Imam Abdullah El-Rashied
Mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College, Hadhramaut, Yaman

LIMA hari di Hongkong, saat itu kami sering diajak makan di restoran milik Islamic Centre Hongkong. Di sana kami makan ayam. Karena ini negeri Muslim minoritas, kami penasaran dari mana ayam itu berasal? Mereka menjawab, Islamic Centre sendiri menyediakan ayam potong halal.

Bahkan lebih jauh dari itu, di jalanan Hongkong kami masih menjumpai beberapa restoran berlabel halal seperti Warung Malang, Ali Baba dll. Dan di Warung Malang kami mencoba memesan ayam bakar, oh nikmatnya bisa menyantap masakan nusantara di negeri asing minoritas Muslim.

Nah, di Warung Malang ini juga disediakan nasi goreng, pecel lele, cendol, es campur dan aneka menu Nusantara lainnya dengan seporsi makanan seharga 50 HKD atau setara Rp 75.000.

Bahkan di Hongkong ada minimarket yang khusus menjual produk-produk made in Indonesia khususnya makanan, minuman dan kebutuhan sehari-hari. Sedang di minimarket umum masih bisa dijumpai beberapa snack berlabel halal made in Malaysia.

Ketika tiba di Yaman, kami mengonsumsi daging ayam beku yang tak lain daging ayam impor. Melihat bungkusnya, ternyata made in Brazil, ada juga dari Prancis. Walaupun made in negara non Muslim, di situ tertera logo halal yang mendapatkan lisensi dari negara Arab.

Hal ini tak lain karena sebagian negara Arab khususnya Yaman tidak begitu produktif untuk peternakan ayam karena iklim yang kurang mendukung. Selain peternakan ayam butuh tempat dan cuaca cukup lembab untuk perkembangan ayam, sebagaimana dulu pernah kami jumpai di Kuningan dan Majalengka yang datarannya cukup tinggi dan dengan cuaca agak lembab.

Untuk masakan Nusantara di Kota Tarim, Yaman kami masih bisa menemukan bakso, gado-gado dan nasi goreng. Hanya saja agak susah mendapatkannya, namun tak jarang bagi kami untuk membuat masakan Nusantara sendiri seperti sate, ppor, pergedel, nasi goreng, atau sop.

Sayangnya, sebagian bahan masakan dan bumbu dapur Nusantara tak semuanya bisa didapatkan di sini karena tidak tersedia, hanya sebagian saja yang ada, seperti terasi. Bahkan sebagian produk Indonesia juga disediakan di sini seperti mi instan, kopi Kapal Api, kecap dan sambal ABC, dll.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved