Citizen Reporter

Kamal Riwayatmu Sekarang

perlahan tapi pasti Kamal mulai kurang berarti.... sepi ditinggalkan pelaju yang dulu hilir mudik dari dan ke Madura... saatnya menyelamatkan Kamal...

Kamal Riwayatmu Sekarang
citizen/rabiah zubair
Pelabuhan Kamal 

Catatan perjalanan Rabi'ah Zubair
Karyawan BUMN di Madura

16 Tahun silam, tepatnya  Oktober 1999, saat dimutasi ke Bangkalan, Madura belum terhubung dengan jembatan Suramadu. Satu-satunya transportasi penyeberangan adalah kapal ferry dari Pelabuhan Tanjung Perak dan sandar di Pelabuhan Kamal. Kemudian dilanjutkan dengan transportasi darat menuju Bangkalan.

Untunglah saat itu ada petugas kantor yang berkepentingan berkunjung ke kantor cabang pembantu Bangkalan, sehingga saya bisa menumpang dan mengetahui lokasi bakal kantor baru saya.

Saat itu ada tiga dermaga yang beroperasi, yaitu dermaga A, B, dan C. Suasana pelabuhan cukup ramai. Kapal beroperasi 24 jam. Jadi, tak masalah mau menyeberang kapanpun pasti ada kapal. Situasi berubah sejak difungsikannya jembatan Suramadu pada 2009 lalu.

Masyarakat mulai beralih ke jembatan Suramadu untuk menyeberang dari dan ke Madura-Jawa. Hemat waktu adalah alasan utamanya.

Menyeberang memakai kapal, waktutersita untuk menunggu kapal sandar, muat, maupun ombak yang kadang besar menyebabkan kapal harus menurunkan lajunya. Jika melalui jembatan Suramadu, Anda tinggal berkendara saja dan tak sampai setengah jam sudah berada tiba di sisi lain Suramadu.

Pemandangan yang tak biasanya ditemui saat menyeberang dari Bangkalan ke Surabaya melalui Pelabuhan Kamal, Sabtu (1/8/2015) sore itu tidak nampak penumpukan penumpang. Apalagi antrean, padahal hari itu malam Minggu.

Dibandingkan dahulu, ketika jembatan Suramadu belum dioperasikan, terasa betul bedanya. Biasanya masyarakat Madura berbondong-bondong menyeberang ke Surabaya melewati Kamal untuk menikmati malam Minggu, dan menyebabkan antrean panjang di dermaga.

Memindahkan pilihan ke jembatan Suramadu, menjadikan Pelabuhan Kamal lengang. Ditambah jam operasional kapal ferry terbatas sampai pukul 21.00 saja, semakin membuat masyarakat memilih melewati jembatan Suramadu yang aksesnya 24 jam.

Tampaknya perlu dilakukan inovasi untuk mengembalikan kejayaan Pelabuhan Kamal seperti dulu lagi.

 


 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved