Citizen Reporter

Balik Muda setelah 19 Tahun Berlalu

setelah 19 tahun berlalu, tiada yang membuat mereka merasa muda lagi selain silaturahmi dan pertemanan selamanya...

Balik Muda setelah 19 Tahun Berlalu
citizen/dianika wardhani
Alumni SMAN 1 Lamongan 1996 
 

 

Catatan Dianika Wardhani
Pegiat Literasi/mukim di Kediri
fb.com/Dianika Wardhani

ADA yang berbeda di selasar parkir kendaraan di kompleks SMAN 1 Lamongan di Jalan Veteran 41 Lamongan, Senin (20/7/2015) lalu. Pagi itu bukan sejajaran sepeda motor siswa yang memenuhinya.

Tetapi, deretan kursi berjejer memenuhi dan sebidang panggung di depannya lengkap dengan tulisan reuni dan halal bi halal alumni SMAN 1 Lamongan 1996.

Di belakang panggung, ada meja konsumsi berisi makanan khas Lamongan mulai dari soto hingga nasi boranan. Lengkap...

Suasana reuni itu mulai terasa ketika satu persatu alumnus mulai hadir. Setelah 19 tahun tak bertemu, mulailah ajang mojok berdua, bertiga atau berkumpul di pojokan, di tengah ruangan. Sekenanya mengambil dan menjatuhkan pantat di atas kursi.

Tawa pecah berderai di seantero ruangan. Saling panggil dengan sebutan masa putih abu-abu. Logat Lamongan pun amat kentara. Satu dua bertemu mantan teman sebangku. Ada juga yang pastinya bertemu mantan pacar. Saling berseloroh. Seru sekali.

Para pendidik kami semasa seragam putih abu-abu juga tak kalah seru. Tak seluruh guru diundang. Hanya beberapa khususnya para mantan wali kelas. Ada Imam Makhfudi, sang guru sejarah. Abdul Fattah, yang dulu mengenalkan kami pada komputer masih dengan program ITC alias Introduction to Computer dan Wordstar.

Ada Samudji, sang maestro geografi. Begitu kagumnya kami dulu, karena betapa hafalnya setiap lekuk bumi. Toto Subagyo, guru sosiologi, Andik Ahmad, guru olahraga, Suwandi, guru antropologi sekaligus wali kelas di kelas bahasa.

Kelihatan pula Wiyono, sosok paling piawai berbahasa Jerman di SMAN 1 Lamongan masa itu. Sayang saya tak sempat berjabat tangan dengan beliau.     

“Tak seluruhnya bisa datang memang. Ada yang mungkin sudah ada acara lain yang tidak dapat ditinggalkan,” kata Ketua Panitia Reuni Angkatan 1996, Wiwin Is Effendi.

“Tak masalah Pak dokter. Ikhtiar sudah maksimal. Semoga kita bisa mempertemukan lebih lengkap saat reuni perak nanti,” ujar saya disambut anggukan alumnus Fakultas Kedokteran Unversitas Airlangga itu.

Tak masalahlah. Setidaknya mantan petinggi organisasi semasa SMA kami hadir. Mulai Hartono, mantan Ketua OSIS, wakil ketua, Wiwin is Effendi, mantan bendahara, Mariyatul Qibtiyah, dan Janjang Arius Achmadi, mantan Ketua Majelis Pemusyawaratan Kelas. 

Serasa balik enom, menyegarkan ingatan saat bangku masa putih abu-abu. Seduluran selawase, bersaudara selamanya. Sampai jumpa di reuni berikutnya.

 


 

Tags
SMAN 1
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved