Citizen Reporter

Awas Kepincut Gonggong, sang Primadona Kepulauan Riau

sumpah, gonggong yang ini membuat siapapun mudah kepincut, selain dijamin aman, halal, dan nikmaaaat...

Awas Kepincut Gonggong, sang Primadona Kepulauan Riau
citizen/rosdiana
seporsi gonggong 

Catatan lezat Rosdiana
Blogger di www.adventurose.com
fb.com/rosdiana

SEBAGAI penggemar hidangan laut, saya merasa beruntung sekali tinggal di daerah kepulauan seperti Batam. Bermacam hidangan laut dengan harga relatif terjangkau bisa ditemui di setiap sudut pulau kecil ini. Salah satu yang menjadi kegemaran keluarga adalah gonggong.

Mendengar namanya, mungkin imajinasi akan melayang pada hewan berkaki empat yang biasa mengeluarkan suara ‘gonggong’. Tapi percayalah, makanan satu ini sama sekali tak ada hubungannya dengan hewan berkaki empat itu.

Gonggong yang ini sejenis siput keluarga mollusca gastropoda. Dengan mudah gonggong dijumpai di restoran-restoran seafood di Batam, Bintan dan pulau-pulau lain di Provinsi Kepulauan Riau.

Laiknya primadona, gonggong hampir tak pernah absen dalam setiap acara jamuan makan di restoran-restoran seafood ternama di Batam ataupun Bintan.

Selain rasanya yang lezat, hidangan laut ini bernilai gizi cukup tinggi. Dalam 100 gram gonggong, terdapat 4,1 persen karbohidrat dengan nilai gizi 1,4 kalori, 31,19 protein dengan nilai gizi 124,8 kalori, dan 24,9 persen lemak dengan nilai gizi 224,1 kalori (Dinkesbabar.org).

Dengan kandungan gizi yang sedemikian itu, tak heran kalau gonggong menjadi salah satu kuliner  primadona di Provinsi Kepulauan Riau. 

Cara penyajiannya pun mudah, gonggong direbus sekalian dengan cangkangnya ditambah sedikit garam dan irisan jahe untuk menghilangkan bau amisnya. Setelah matang, gonggong disajikan dengan sambal juga beberapa batang tusuk gigi. Tusuk gigi?

Ya, tusuk gigi ini berperan sangat penting agar bisa menikmati daging gonggong yang lezat itu. Di sinilah letak salah satu tantangan paling seru dalam menikmati gonggong. Tusuk gigi itu digunakan untuk membebaskan gonggong dari cangkangnya dengan cara dicukit, ditarik keluar, kemudian daging gonggong dicocol ke dalam sambal.

Penuh perjuangan bukan? Tapi perjuangan tak akan sia-sia, setelah berjuang, daging gonggong nan lezat sungguh santap disesap. 

Tak hanya bercitarasa lezat dan bergizi tinggi, cangkang atau kulit gonggong juga bisa bermanfaat. Tangan-tangan terampil mampu mengubahnya menjadi suvenir cantik khas Batam ataupun Bintan. Seperti bros, gantungan kunci, bingkai foto, dan bermacam pernik cantik lainnya.

Penasaran? Coba dan buktikan sendiri kalau berkunjung ke Batam atau ke wilayah Provinsi Kepualauan Riau lainnya. Dijamin Anda akan ketagihan dan tentu saja tak akan melupakan perjuangannya.

Harga seporsi gonggong biasanya berkisar antara Rp 25.000 – Rp 35.000. Harga gonggong yang tak akan membuat kantong Anda bolong, bukan?

 


 

Tags
gonggong
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved