Citizen Reporter

Lahir di Blitar Sukarni Kartodiwirjo Akhirnya Kembali ke Blitar

usai diganjar gelar pahlawan nasional, Sukarni Kartodiwirjo, sosok di balik aksi Rengasdengklok itu akhirnya kembali ke Blitar...

Lahir di Blitar Sukarni Kartodiwirjo Akhirnya Kembali ke Blitar
citizen/dokumentasi connie lianto
Mimil Sukarni dan Peter Carey 

Catatan sejarah Eki Robbi Kusuma
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang
fb.com/eki.robbi

Kita tidak memperoleh kemerdekaan ini dengan piring emas, tetapi kita mencapai kemerdekaan dengan terik matahari...

 

BEGITULAH yang disampaikan Prof Peter Carey saat sosialisasi pahlawan nasional asal Blitar, Sukarni Kartodiwirjo. Apa yang diungkapkan Peter Carey merupakan simbolisasi bahwa kemerdekaan Indonesia tak diberikan begitu saja tetapi dengan perjuangan panjang seluruh rakyat Indonesia dan tokoh-tokoh pergerakan.

Dihajat Pemerintah Kabupaten Blitar di pendopo agung Ronggo Hadinegoro, Kabupaten Blitar, Minggu, 2 Agustus 2015 itu sebagai tindak lanjut dari penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada Sukarni Kartodiwirjo.

Nama Sukarni Kartodiwirjo mungkin terdengar asing bagi masyarakat awam. Dilahirkan di Blitar, 14 Juli 1916 dan sejak kecil tinggal di Desa Sumberdiren, Kecamatan Garum, Blitar.

Sukarni beserta kelompok Menteng 31 menjadi motor penggerak dalam membawa Sukarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok atau lebih dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok. Bukan tanpa dasar Sukarni melakukannya, tetapi situasi yang rumit saat itu memutuskan untuk mendesak kedua tokoh nasional tersebut agar segera memproklamasikan kemerdekaan RI tanpa campur tangan Jepang.

Setelah kemerdekaan Sukarni menghimpun kekuatan pemuda untuk mendukung pemerintah mengambil alih aset-aset yang dikuasai Jepang. Sukarni juga terlibat dalam terselenggaranya rapat akbar di lapangan IKADA yang menunjukkan tekad rakyat untuk mendukung Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dan mengambil kekuasaan dari pihak Jepang.

Pada 1935, Sukarni tercatat sebagi Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Muda. Di tahun 1948 Sukarni menjabat ketua umum Partai Murba (Musyawarah Rakyat Bersama) yang berseberangan dengan PKI.

Tahun 1960 hingga 1964 Presiden Sukarno mengangatnya menjadi Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk Republik Rakyat Tiongkok.

Hadir dalam acara sosialisasi ini Sekertaris Daerah Kabupaten Blitar Drs Palal Ali Santoso MM, anak ragil Sukarni Kartodiwirjo, yaitu Dr Emalia Iragiliati Sukarni Lukman, serta Prof Peter Carey, sejarahwan asal Inggris.

Sebagai penghargaan yang besar atas jasanya, Sukarni dianugerahi gelar pahlawan nasional melalui SK Pemerintah RI 6 November 2014.

Pemerintah Kabupaten Blitar juga berencana untuk melaksanakan agenda rutin haul dan pembuatan monumen/patung Pahlawan Nasional serta pemberian nama jalan Sukarni Kartodiwirjo menggantikan Jalan Kusuma Bangsa depan kantor kabupaten Blitar yang baru di Kanigoro.

Unsur guru yang hadir dalam acara juga mengusulkan untuk rumah Sukarni di Sumberdiren Garum dapat menjadi museum yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan ajar sejarah.

Semangat Sukarni muda yang kritis dan berani saat itu, serta perjuangan tanpa pamrih untuk Indonesia merdeka menjadi poin penting dalam acara sosialisasi tersebut.

Besar harapan nama Sukarni Kartodiwirjo dapat dikenal lebih luas dan menjadi inspirasi generasi muda sebagai penerus bangsa sehingga tidak melupakan perjalanan sejarah bangsanya.

Tags
Sukarni
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved