Pendidikan di Surabaya

Wali Kota Surabaya Siapkan 4 Strategi Perbaiki Pendidikan

Menurut Wali Kota Tri Rismaharini, Surabaya sudah memulai dan hampir memenuhi kebutuhan minimal sesuai yang diinginkan Menteri Pendidikan.

Wali Kota Surabaya Siapkan 4 Strategi Perbaiki Pendidikan
ghurobi
Wali Kota Tri Rismaharini 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan 4 strategi menjawab Surat Edaran Menteri Pendidikan mengenai penumbuhan budi pekerti di setiap pendidikan di sekolah.

Melalui surat edaran itu, diharapkan sekolah-sekolah mampu menumbuh kembangkan nilai-nilai dan karakter positif ke pada setiap siswa melalui rangkaian kegiatan harian dan periodik dalam serangkain kegiatan non kurikuler.

Menurut Wali Kota Tri Rismaharini, Surabaya sudah memulai dan hampir memenuhi kebutuhan minimal sesuai yang diinginkan Menteri Pendidikan.

"Semua sudah kami lakukan di Surabaya ini, kami sudah rancang semua, kebutuhan minimal sudah hampir kami penuhi. Seperti kirim guru ke Korea Selatan, membuat fasilitas penunjang," kata Risma, Kamis (23/7/2015).

Risma menambahkan, sebagai kepala daerah, ia merancang pendidikan bukan hanya sekedar sekolah gratis dan membuat gedung saja, tapi juga menerapkan pendidikan karakter yang menyerupai penumbuhkan budi pekerti di sekolah.

Adapun 4 strategi itu yakni, pendidikan yang menekankan pada proses bukan hasil; pengkayaan kemampuan terhadap lingkungan dan masyarakat; mengajarkan berpikir kreatif; peningkatan kualitas kesehatan.

Dalam acara konferensi pers itu, perempuan yang masuk jajaran walikota terbaik dunia ini, memperinci kegiatan itu melalui berbagi kegiatan, seperti telah mengirim guru untuk belajar keluar negeri, program peduli teman dan lingkungan, menembakan berbagai macam kegiatan ekstra kurikuler, dan membuat siswa mengikuti senam pada pagi hari.

"Kami sudah kirim guru ke Korea, kan di sana terkenal juga dengan industi kreatif jadi cocok buat diajarkan ke siswa. Kami juga sudah bikin program buat anak peduli lingkungan dan masyarakat, jadi mereka gak pinter matematika atau fisika saja, tapi juga peduli sama teman-teman dan masyarakat," terangnya.

"Nah kita juga sudah bikin lapangan bola, ada 100 lapangan yang sudah kita bikin di sekolah dan lingkungan masyarakat, nanti anak juga di ajarkan menulis, melukis, dan keahlian lain, jadi mereka bisa sukses di bidang lain selain bidang pelajaran," lanjutnya.

Selain itu setiap pagi, para siswa juga akan melakukan senam pagi di lapangan sekolah dan membersihkan kelasnya sendiri. Sebab, jika tubuh terkena paparan sinar matahari pagi, maka akan membuat daya tahan tubuh semakin kebal terhadap penyakit.

Di sektor kreatifitas, olahraga dan sains, Dinas pendidikan sudah menyiapkan tenaga pendidik yang berkompten untuk mengarahkan para siswa, jadi siswa akan diajari oleh pelatih yang benar-benar berkualitas dalam hal musik, penelitian, penulis dan instruktur olah raga.

Menurutnya dengan rancangan pendidikan seperti itu, setiap siswa bisa berhasil pada bidang yang ia minati, seperti banyak penulis, penyanyi, ataupun pemain bola yang banyak menjadi bintang.

"Jadi gak cuman anak yang punya iq tinggi aja yang boleh berhasil. Yang lain juga harus bisa berhasil, siapa tau yang bisa nyanyi bisa terkenal, yang nulis bisa kaya penulisannya Harry Porter, atau main bola kaya Messi. To itu mereka terkenal dan kaya raya," tegasnya.

Wali kota juga berharap kepada dinas pendidikan, agar nantinya para siswa ini mampu menjadi anak-anak multitalenta, anak-anak yang ahli di berbagai bidang.

"Semua ide para siswa kami tampung, guru-guru juga kita rahkan untuk bisa berkreasi, apapun idenya. Kita ingin daya kreatifitas anak-anak ini bisa tumbuh dimulai dari tingkat sekolah dasar,” tutupnya

Penulis: Mohammad Rizal Ghurobi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help