Ramadan 2015

Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin, Kupas Literatur Bahasa Inggris

Kesenian banjari pun dipelajari santri di organisasi santri yang sudah beraktivitas selama tiga tahun terakhir ini.

Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin, Kupas Literatur Bahasa Inggris
surya/sulvi sofiana
Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin di Kota Malang. 

SURYA.co.id | MALANG - Selain pendidikan tinggi, Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma) juga melaksanakan Pondok Pesantren Kampus (PPK) Ainul Yaqin.

Pesantren ini dikhususkan untuk santri laki-laki yang juga mahasiswa Unisma. Setiap bulan, mereka menyantuni 50 anak binaan ponpes.

Dua hal penting yang menjadi dasar PPK Ainul Yaqin didirikan pada 22 Juli 1997 oleh Drs KH M Tholchah Hasan, mantan Rektor dan Ketua Yayasan Unisma.

Pendidikan digelar bukan semata untuk mencetak sarjana dengan integritas keislaman yang berkualitas.

Pihak kampus juga ingin membentuk laboratorium dengan kajian dari sisi Nahdlatul Ulama yang merujuk pada sarana pengembangan masyarakat.

Tujuan itu tampak direspons baik oleh calon mahasiswa, peminat ponpes pun banyak.

Namun, PPK Ainul Yaqin terpaksa membatasi jumlah santri yang diterimanya, yaitu 100 orang setiap tahun ajaran baru.

Ponpes yang berada di Jalan Tata Surya 3 itu memang membatasi daya tampung santrinya yang khusus untuk laki-laki.

Kini, jumlah santri mencapai 70 orang dengan 15 pendamping yang tak lain adalah dosen atau pemuka agama.

“Mahasiswa baru yang akan masuk ponpes harus mengikuti tahap seleksi praktik membaca Alquran, tes tulis pengetahuan umum dan agama, serta wawancara,” jelas Muhammad Yunus SPd MPd, sekretaris umum PPK Ainul Yaqin.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved