Berita Kota Kediri

Wali Kota Kediri Imbau Masyarakat Tak Beri Uang kepada Pengemis

"Kami sudah meminta kepada Dinas Sosial untuk membuat papan himbauannya."

Wali Kota Kediri Imbau Masyarakat Tak Beri Uang kepada Pengemis
SURYA/ DIDIK MASHUDI
Walikota Kediri dr Samsul Ashar membuka acara lelang ikan hasil panen keramba Sungai Brantas di Kelurahan Semampir, Kamis (11/10/2012)

SURYA.co.id | KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada para pengemis. Karena pemberian uang itu tidak mendidik.

Larangan pemberian uang kepada pengemis itu sebenarnya telah dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Kediri. Hanya saja perda terkait pengemis belum banyak tersosialisasi ke masyarakat.

"Kami sudah meminta kepada Dinas Sosial untuk membuat papan himbauannya. Tapi sampai sekarang masih belum dibuatkan," ungkap Abdullah Abu Bakar, Sabtu (11/7/2015) malam.

Pantauan Surya.co.id pengemis yang meminta-minta di perempatan jalan Kota Kediri jumlahnya cenderung mengalami peningkatan. Para pengemis ini sebagian besar merupakan wajah lama dan pendatang baru.

Upaya razia yang dilakukan petugas Satpol PP sejauh ini masih belum mampu meminimalisir keberadaan para pengemis yang beroperasi di jalanan.

Terbukti wajah-wajah lama para pengemis itu sampai sekarang tetap beroperasi. Di antaranya pengemis perempuan yang biasa mangkal bersama anaknya yang masih balita di perempatan Sri Ratu dan depan Koperasi 521.

Sementara pengemis anak-anak dan manula juga sering terlihat di perempatan Semampir dan perempatan depan Bank Indonesia (BI).

Sedangkan grup komunitas anak-anak punk yang mengamen banyak ditemui di pertigaan depan Makodim Kediri dan pertigaan Tepus.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help