Ramadan 2015

Pemudik di Jatim Meningkat, Kerawanan pun Bertambah

#SURABAYA – Jumlah pemudik di Jawa Timur pada lebaran Idul Fitri tahun ini ditaksir mengalami peningkatan. Dampaknya, tingkat kerawanan pun bertambah.

Pemudik di Jatim Meningkat, Kerawanan pun Bertambah
sugiyono
PERIKSA KAPAL - Kepala KSOP Gresik Capt. M Dahlan MT usai memeriksa kelayakan kapal sebelum berlayar ke Pulau Bawean, Selasa (7/7/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Jumlah pemudik di Jawa Timur pada lebaran Idul Fitri tahun ini ditaksir mengalami peningkatan. Dampaknya, tingkat kerawanan pun ikut bertambah. Terutama, kerawanan kecelakaan lalu lintas, kemacetan dan kejahatan jalanan.

Dengan alasan itu, tiga kerawanan inipun menjadi prioritas utama Polda Jatim pada Operasi Ketupat Semeru 2015.

“Selain tiga prioritas utama tersebut, petugas juga terus memantau pusat perbelanjaan, ATM, toko emas, dan permukiman warga," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf usai Gelar Pasukan Ops Ketupat di Polda Jatim, Kamis (9/7/2015).

Pada Ops Ketupat tahun ini, menurut Kapolda Anas, ada 12.116 personel polisi yang disiagakan, 700 porsonel Polda Jatim dan 11.416 dari Polres Jajaran. Mereka berjaga di 233 Pos Pengamanan dan 57 Pos Pelayanan di berbagai wilayah.

Hal baru yang bakal diterapkan pada pengamanan arus mudik tahun ini adalah pengawalan beranting untuk pemudik bermotor. Alasannya, dari analisa dan evaluasi (anev) yang ada, jumlah kecelakaan lalu lintas setiap Mudik Lebaran selalu didominasi kendaraan roda dua. “Untuk mengantisipasi tingginya kecelakaan (kendaraan roda dua), kami terapkan sistem pengawalan beranting,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolda juga mengimbau kepada masyarakat untuk memilih program mudik bareng yang disediakan pemerintah, perusahaan dan sebagainya. Sebab, itu lebih aman ketimbang harus pulang ke kampung halaman mengendarai sepeda motor.

Aples Gelar Pasukan ini juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, dan sejumlah pejabat dari instansi lain di Jatim. Dan dalam kesempatan ini, Gubernur Soekarwo menyebut bahwa pemudik di Jatim pada Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat sampai 5 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurut Pak De Karwo, perkiraan meningkatnya jumlah pemudik ini dihitung hanya dari pemudik yang menggunakan angkutan umum.

“Saya belum hafal jumlah pastinya, tapi ada kenaikan sekitar 5,2 persen. Itu yang menggunakan angkutan umum, belum termasuk pemudik bersepeda motornya atau yang mengendari mobil pribadi," ungkapnya.

Gubernur mengaku, infrastruktur jalan di Jawa Timur belum semuanya bagus. Pada musim mudik lebaran ini, masih ada sejumlah titik yang bermasalah. Gundukan jalan dan sejumlah lubang masih ada di beberapa daerah. “Namun, secara secara umum kondisi jalan dan sarana prasarana transportasi di Jatim sudah bagus. Sudah mantap untuk arus mudik,” kata Soekarwo.

Penulis: M Taufik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help