Ramadan 2015

Bulog Libatkan Satgas dan Tentara untuk Jaga Stok Beras di Jatim

Kami pastikan aman. (Untuk menjaga kondisi) kami memaksimalkan mitra, kerjasama dengan Satgas, Dandim dan seterusnya.

Bulog Libatkan Satgas dan Tentara untuk Jaga Stok Beras di Jatim
m faridl
Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog, Wahyu Suparyono (kiri) mendampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ibnu Multazam saat berkunjung ke Gudang Bulog Regional II di Buduran, Sidoarjo, Kamis (9/7/2015). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Direktur Palayanan publik Perum Bulog, Wahyu Suparyono menegaskan stok Bulog untuk wilayah Jatim aman. Saat ini, gudang Bulog Jatim menyimpan sekitar 333.582 ton untuk ketahanan pangan selama 7,8 bulan.

"Kami pastikan aman. (Untuk menjaga kondisi) kami memaksimalkan mitra, kerjasama dengan Satgas, Dandim dan seterusnya," ujar Wahyu saat mengunjungi Gudang Bulog Regional II di Buduran, Sidoarjo, Kamis (9/7/2015).

Kunjungan ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ibnu Multazam. Kepada wartawan, dia menjamin harga beras jelang lebaran terkendali. Pihaknya juga memastikan untuk stok beras nasional cukup untuk 6 bulan ke depan.

"Untuk stok beras nasional, cukup hingga 6 bulan. Saya sudah mengecek di lapangan, harga jelang lebaran juga terkendali. Kalau ada kenaikan sedikit itu wajar," ujarnya. Meski begitu, Multazam meminta Bulog ikut masuk pasar untuk menstabilkan harga.

Multazam juga berharap Bulog melebarkan sayap untuk komoditas lain. Seperti, bawang merah, cabai serta kebutuhan pokok lainnya. Campur tangan Bulog dalam komoditas tersebut, diyakininya bisa menstabilkan harga dan tetap menjaga kehidupan petani.

"Bulog ikut pengadaan komoditas apa yang mahal di pasaran. Bolog dalam hal ini tidak boleh mengambil untung besar. Bulog hanya sebagai media saja yang menjembatani antara petani, pedagang dan masyarakat," jelasnya.

Dia menilai bukan tidak mungkin Bulog melebarkan peranannya dalam program ketahanan pangan. Multazam juga meminta Bulog agar ke depan banyak melanjutkan pengadaan gabah. Namun, kata dia, Bulog harus membenahi beberapa infrastuktur terlebih dahulu.

"Infrastukturnya harus diperbaiki. Misalnya, unit penggilingan padi, memperbaruhi gudang-gudang di setiap Sub lengkap dengan pengering," katanya lagi. 

Penulis: Miftah Faridl
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help