Bandara Juanda Surabaya

Suara Tembakan Kagetkan Ratusan Penumpang di Bandara Juanda

#SURABAYA - Komandan Kopaska Kolonel laut Bramantyo menuturkan bahwa pihaknya siap mengamankan Juanda 24 jam.

Suara Tembakan Kagetkan Ratusan Penumpang di Bandara Juanda
surya/sugiharto
Ilustrasi penumpang di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Suara tembakan terus terdengar di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Rabu (8/7/2015).

Setidaknya puluhan kali tembakan itu dimuntahkan. Suaranya memekakkan telinga. Akibatnya, ratusan penumpang di terminal khusus penerbangan Garuda dan penerbangan Internasional ini kaget.

Mereka ada yang cemas dan ada pula yang penasaran. Banyak pula di antara mereka langsung melindungi putra atau putrinya saat rentetan tembakan bersahutan.

"Saya pikir ada perampok atau teroris. Kok banyak orang lalu lalng besenjata lengkap," kata Winda, salah satu penumpang yang kaget.

Bahkan sejumlah penumpang asing pun terhenti dan menanyakan petugas. Dikira ada kerusuhan dan teror di terminal baru bandara ini.

Ternyata, rentetan tembakan dan banyaknya personel bersenjata lengkap itu hanyalah simulasi.

Dalam simulasi itu, Bandara Internasional Juanda Surabaya diteror bom. Bom itu dibawa salah satu anggota teroris yang baru saja direkrut dari Surabaya.

Jaringan treroris itu membawa rekrutmen anggota baru dan membawa bom di bandara.

Tembakan demi tembakan dimuntahkan di dalam bandara. Meski hanya tembakan dengan peluru hampa, namun selongsong peluru juga tampak tercecer di sejumlah ruang.

Ini makin membuat penumpang cemas dan takut. Namun mereka akhirnya lega karena itu hanyalah simulasi.

"Tapi ada baiknya ada petugas yang memberi tahu ke kami kalau ada simulasi. Begitu kami tiba di Bandara Juanda ini, kami diberi tahu lebih dulu. Ada semacam permintaan maaf jika membuat tak nyaman penumpang," kata penumpang yang lain.

Sementara itu, Manager Security PT Angkasa Pura I Juanda Sukirman menyatakan bahwa simulasi ini untuk memastikan kesiapan petugas keamanan saat arus mudik. Selain itu, untuk memastikan bahwa software keamanan di Juanda juga berjalan maksimal.

"Ini sekadar simulasi untuk memastikan kesiapan petugas saat arus mudik di Juanda. Termasuk kesiapan petugas jika terjadi teror bom sekali pun, semua harus siap," kata Sukirman.

Selain itu, koordinasi antarpetugas di Juanda untuk pengamanan arus mudik juga harus dipastikan berjalan baik. Seluruh satuan termasuk dari AL, Kopaska, security bandara, Kopaska, dan satuan lain juga saling koordinasi.

Komandan Kopaska Kolonel laut Bramantyo menuturkan bahwa pihaknya siap mengamankan Juanda 24 jam. "Kami akan turunkan dua tim khusus kami khusus untuk pengamanakan mudik di Juanda," kata Bramantyo. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved