Surya/

Pendidikan di Surabaya

150 Guru Surabaya Terpaksa Terima Tunjangan Profesi Setelah Lebaran

#SURABAYA - Sebanyak 150 guru harus sabar menunggu lantaran Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) dipastikan cair setelah Lebaran.

150 Guru Surabaya Terpaksa Terima Tunjangan Profesi Setelah Lebaran
yul
ILUSTRASI TUNJANGAN 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 150 guru harus sabar menunggu lantaran Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) dipastikan cair setelah Lebaran.

Hal Ini karena mereka harus melakukan perbaikan terlebih dulu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut catatan Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, menganggap ada sejumlah kesalahan yang dilakukan para guru ini saat mengisi aplikasi Dapodik, khususnya terkait konversi kode mata pelajaran.

Sebelumnya, mereka pun telah mendatangi kantor Dindik Surabaya untuk mempertanyakan nasib TPP selama tujuh bulan yang belum terbayar ini.

Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dindik Surabaya, Yusuf Masruh mengakui, pencairan TPP ini terkendala aplikasi baru di Dapodik.

Para guru yang terbiasa dengan aplikasi lama, tidak memperhatikan adanya ketentuan baru terkait konversi kode mata pelajaran.

Permasalahan ini, diakuinya dialami oleh sekitar 300 guru Surabaya. Dari jumlah itu, sebanyak 150 guru telah diperbaiki datanya dan telah diterbitkan surat keputusan pembayaran TPP.

Namun untuk 150 lainnya masih perlu melakukan revisi. "Hari ini kita perbaiki, dan langsung kita ajukan ke pusat," tutur dia dikonfirmasi, Rabu (8/7/2015).

Bagi guru yang SK (surat keputusan) TPP-nya telah terbit, lanjut Yusuf, pencairan bisa dilakukan sebelum lebaran. Tapi bagi guru yang sampai saat ini masih melakukan revisi, pencairannya bisa sampai setelah lebaran.

"Kalau sudah cair, akan dirapel selama enam bulan. Untuk TPP bulan Juli, ikut pembayaran semester berikutnya," tutur dia.

Sementara itu, Kepala Dindik Surabaya Ikhsan menjelaskan, jumlah guru yang mengalami kendala pencairan TPP tahun ini cukup sedikit bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun lalu terdapat ribuan guru yang TPP-nya tidak cair tepat waktu. Kini tinggal angka ratusan guru saja. "Ini hanya masalah sistem saja," kata dia.

Menurut Ikhsan,penerbitan surat keputusan (SK) pencairan TPP berasal dari Kemendikbud.Berdasar SK itu, pihaknya kemudian menyalurkan TPP kepada penerima.

Bila SK belum keluar, tentu tidak ada acuan untuk mencairkan.Guru yang belum menerima TPP selama tujuh bulan diminta Ikhsan untuk segera memperbaiki data.Sebab, semuanya murni melalui sistem.

"Kalau semua sudah beres, tentu bisa dicairkan. Termasuk guru-guru yang belum menerima selama tujuh bulan, akan menerima rapel jika datanya tuntas," terangnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help