Ramadan 2015

Antisipasi Celaka, Dinkes Jatim Periksa Kondisi Para Sopir Bus

Ada beberapa prosedur untuk cek kondisi fisik. Di antaranya cek tekanan darah, kadar gula darah, alkohol hingga cek penggunaan narkotika.

Antisipasi Celaka, Dinkes Jatim Periksa Kondisi Para Sopir Bus
surya/sudarmawan
TES URINE - Puluhan sopir bus Antar Kota Antar Propinsi yang melintasi Terminal Kertonegoro Ngawi diperiksa tekanan darah hingga urine, Rabu (8/4/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Kesehatan Pemprov Jatim melakukan beberapa persiapan untuk kelancaran arus mudik Lebaran mulai 16,17, dan 18 Juli.

Di antaranya memeriksa kesehatan para sopir angkutan umum, terutama sopir bus.

"Yang kami utamakan ialah cek kondisi fisik dari sopir angkutan umum ini,” terang Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Harsono, ketika ditemui Surya, Selasa (7/7/2015).

Ada beberapa prosedur untuk cek kondisi fisik. Di antaranya cek tekanan darah, kadar gula darah, alkohol hingga cek penggunaan narkotika.

”Ada beberapa hasilnya, seperti yang positif meminum-minuman alkohol, terus kadar gula yang rendah. Sehingga kami sarankan untuk tidak menyetir. Karena akan membahayakan penumpang tentunya,” tambahnya.

Harsono menegaskan, sopir yang tidak diperbolehkan menyetir adalah yang berusia di atas 60 tahun. 

Jika seperti itu akan diserahkan ke perusahaan masing-masing. Karena perusahaan yang berhak memproses. 

Selain itu, Dinkes Jatim juga menyediakan rumah sakit rujukan di sepanjang jalur utama mudik lebaran nantinya. Sepanjang lebaran itu ialah di Jombang, Madiun, Pare (Kediri), Surabaya.

Selain rumah sakit rujukan, juga menyediakan puskesmas dan ambulans siaga selama 24 jam.

Harsono menyebutkan ada 1033 ambulan, 738 puskesmas, 92 rumah sakit. ”Trus juga kami pastikan jumlah pasokan obat yang aka tersedia sampai tujuh hari menjelang dan setelah lebaran,” ungkapnya.

Selain itu, di setiap perjalanan, ada sopir dan juga awak medis yang akan menemani perjalanan.

”Yang jelas sopir, dan awak medisnya nanti ada dua setiap kendaraan bus,” tambahnya.

Tags
sopir bus
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help