Ramadan 2015

Mahasiswa Unmuh Surabaya Ingatkan Zakat Sebelum Foya-foya

Zakat ini juga memiliki peran dalam membangun bangsa. Jangan hanya belanja Lebaran yang antusias, zakat juga harus ditunaikan

Mahasiswa Unmuh Surabaya Ingatkan Zakat Sebelum Foya-foya
sany
HITUNG JUGA ZAKAT - Mahasiswa Unmuh Surabaya mempraktikkan pakai kalkulator raksasa saat beraksi mengingatkan kewajiban bayar zakat bagi muslim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Surabaya menggelar aksi di perempatan Karangmenjangan untuk mengingatkan kepada para pengendara dan pengguna jalan agar menjalankan salah satu rukun Islam, yakni berzakat.

"Zakat ini juga memiliki peran dalam membangun bangsa. Jangan hanya belanja Lebaran yang antusias, zakat juga harus ditunaikan," tutur Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unmuh Surabaya Purwanto di sela-sela aksi, 6 Juli 2015.

Zakat menurutnya tidak boleh kalah dengan kebiasaan berfoya-foya menyambut Lebaran.

Katanya, zakat merupakan kewajiban setiap muslim, bahkan yang baru lahir. Tak terkecuali di tengah kondisi ekonomi yang semakin terpuruk seperti saat ini.

"Ekonomi bangsa boleh saja lesu, tapi zakat tetap wajib dilakukan secara perorangan," tandasnya.

Di lapangan, aksi mahasiswa ini cukup menyita perhatian para pengguna jalan. Terlebih dengan alat peraga yang mereka bawa, yakni miniatur kalkulator yang berukuran raksasa. Ini merupakan simbol untuk masyarakat menghitungan besaran nilai zakat.

"Jangan hanya menghitung belanjaan. Hitung juga zakatnya," tutur Purwanto.

Beberapa lembar poster juga mereka bentangkan. "Meski perekonomian tidak menentu yuk tetap bayar zakat. Bayar zakat rakyat selamat dunia akhirat pasti nikmat" adalah dua dari sekian banyak pesan yang dituliskan.

Menurutnya, aksi akan digelar di beberapa titik perempatan di Kota Pahlawan. "Hari ini di Karangmenjangan, berikutnya di titik aksi lain, termasuk perempatan Jalan Rayta Kertajaya-Galaxy. Ini akan terus digelar hingga mendekati akhir Ramadan," kata mahasiswa semester VI, FKIP, Jurusan Matematika ini.

Nur syafi'i, salah seorang pengguna jalan mengapresiasi aksi mahasiswa UM.

"Masyarakat kota seperti Surabaya cenderung disibukkan dengan urusan kerja. Aksi seperti ini setidaknya bisa mengingatkan warga kota," komentar warga Tenggilis Mejoyo ini.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help