Ramadan 2015

Ada Tim Siluman Pelototi Tarif Bus Saat Arus Mudik dan Balik

Itu selama berlangsungnya angkutan Lebaran. Yakni, mulai H-7 sampai H+7 Lebaran, atau saat arus mudik hingga arus balik.

Ada Tim Siluman Pelototi Tarif Bus Saat Arus Mudik dan Balik
surya/samsul hadi
Bangunan shelter pemberangkatan di Terminal Arjosari Kota Malang tetap belum bisa dipakai untuk arus mudik Lebaran 2015. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama angkutan Lebaran, kru bus dipastikan tak bisa mengutip dan menaikkan tarif seenaknya.

Pasalnya Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Jatim akan menerjunkan tim siluman untuk memantau dan memelototi tarif bus.

Itu selama berlangsungnya angkutan Lebaran. Yakni, mulai H-7 sampai H+7 Lebaran, atau saat arus mudik hingga arus balik.

Kepala Dishub dan LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan, tim siluman akan diterjunkan dan disebar ke berbagai jurusan dan trayek bus yang ada di Jatim.

"Karena tim siluman, petugas yang kita terjunkan berpakaian preman. Mereka akan menyamar seperti penumpang bus pada umumnya," ujarnya, Minggu (5/7/2015).

Menurut Wahid, melalui investigasi tim siluman di lapangan tersebut, pihaknya ingin memastikan apakah tarif bus yang dikutip selama angkutan Lebaran sesuai ketentuan atau melanggar aturan.

Misalnya, tarif bus AKDP dari Surabaya ke Malang. Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 4 tahun 2015, besaran tarif batas bawah Rp 9.000 untuk sekali jalan. Sementara tarif batas atas Rp 14.500.

Dengan begitu, jika saat angkutan Lebaran nanti tarif bus ekonomi Surabaya - Malang dikutip Rp 15.000, maka hal itu jelas melanggar aturan.

Demikian juga untuk bus jurusan Surabaya - Madiun. Dengan tarif batas atas Rp 27.500 sekali jalan, kalau ada awak PO bus yang mengutip tarif Rp 28.000 atau bahkan Rp 30.000, itu juga melanggar aturan yang ditetapkan.

"Makanya, kalai ada kru PO nakal yang mengutip tarif lebih tinggi dari tarif batas atas yang ditentukan, saya akan menindak dengan tegas,” tegas Wahid.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub dan LLAJ Jatim Sumarsono menambahkan, selain menyebar tim siluman, pengawasan tarif angkutan jalan selama berlangsungnya angkutan Lebaran juga dilakukan oleh petugas UPT LLAJ di seluruh wilayah Jatim melalui inspeksi mendadak (sidak). Lalu pengawasan petugas Dishub kabupaten/kota di masing-masing terminal.

"YLPK (yayasan lembaga perlindungan konsumen) juga kami libatkan," katanya.

Untuk itu, agar pengawasan tarif Lebaran benar-benar efektif, Sumarsono minta masyarakat yang dirugikan akibat dikutip tarif tidak sesuai aturan, berani melapor ke Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu, di Kantor Dishub dan LLAJ Jatim, Jalan A Yani Surabaya.

"Caranya dengan menunjukan tiket atau karcis, nama PO (perusahaan angkutan), dan plat nomor busnya," pungkas Sumarsono. 

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help