Bandara Juanda Surabaya

Banyak Mobil Parkir Sembarangan di Jalur Bandara Juanda, Ini Penyebabnya

Para sopir itu menyadari pakir di pinggir jalan membuat tak nyaman pengguna jalan lain. Tapi mereka merasa tak salah karena tak ada larangan parkir.

Banyak Mobil Parkir Sembarangan di Jalur Bandara Juanda, Ini Penyebabnya
faiq nuraini
Petugas gabungan saat merazia taksi gelap di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Kamis (4/6/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sepanjang jalur menuju Bandara Juanda Surabaya selalu dipenuhi mobil parkir liar. Ratusan mobil itu berhenti dalam waktu lama, mengekor hingga sepanjang kurang lebih 1 KM sisi kiri jalan dari arah Sedati, Sidoarjo.

Pemandangan itu sudah berlangsung sejak lama. Mobil-mobil itu menepi dan berjajar memanjang di tepi jalan. Kondisi itu terlihat mulai perempatan Sedati hingga parkir di depan kantor Basarnas Juanda. Mobil-mobil itu parkir di pinggir jalan.

Tidak ada rambu larangan parkir menjadikan sisi kiri jalur ke Terminal 1 Juanda makin hari makin dipenuhi mobil. Tidak saja mobil sewaan, namun mobil pribadi dan keluarga juga lebih senang parkir di pinggir jalan jalur bandara ketimbang masuk areal Terminal Juanda.

"Kalau sudah masuk pasti membayar parkir. Sekali masuk Rp 5.000 dan per jamnya kena progesif parkir. Belum lagi kalau minum atau makan di dalam Juanda kan mahal," ungkap Mustakim, salah satu pengendara yang hendak menjemput keluarganya, 26 Juni 2015.

Hingga saat ini memang tak ada rambu larangan parkir di lokasi tersebut. Namun akan sangat membahayakan pengendara yang lain saat mereka cabut dari lokasi parkir. Sebab, dari arah yang sama kendaraan yang melintas cenderung berkecepatan tinggi.

Minimal, kecepatan kendaraan menuju Terminal 1 Juanda 60 KM/jam. Mulai pagi hingga malam, mobil terus menumpuk di sisi jalur bandara itu. Ada yang membuka semua pintu mobil dan tampak pengendaranya tidur. Ada yang membuka kap belakang mobil.

Selain itu juga mengganggu pemandangan. Karena banyak yang parkir, banyak mobil yang sama ikut-ikutan parkir. Alasan mereka jelas, karena tak ingin membayar lebih mahal. "Kalau bisa hemat, kenapa harus masuk terminal Juanda. Parkirnya kan progresif," kata sopir yang lain.

Terutama kalau ingin makan, harus keluar ongkos yang lebih mahal. Para sopir itu menyadari pakir di pinggir jalan membuat tak nyaman pengguna jalan lain. Tapi mereka mengaku tak salah karena memang tak ada larangan parkir atau berhenti di lokasi jalur Juanda.

"Sejuk, isis karena berteduh di bawah pohon. Daripada di dalam, sementara jemputan masih nanti sore. Ya enak di sini," kata pengemudi mobil yang lain. 

Tags
take off
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help