Berita Mojokerto

BPOM dan Dinkes Temukan Kerupuk Berbahan Boraks dan Pewarna Tekstil

"Dari 18 sampel makanan yang kami lakukan uji reaksi cepat ada 8 jenis makanan yang positif," tutur petugas BPOM Surabaya,

BPOM dan Dinkes Temukan Kerupuk Berbahan Boraks dan Pewarna Tekstil
surya/sugiyono
Mie basah berformalin dan mengandung boraks siap edar yang disita Polres Gresik sebagai barang bukti, Selasa (28/4/2015). 

SURYA.co.id| MOJOKERTO - Makanan dan minuman (Mamin) yang dijual pedagang di beberapa Pasar Tradisional di Mojokerto patut diwaspadai.

Karena beberapa makanan yang dijual banyak mengandung bahan pewarna tekstil dan boraks.

Petugas BPOM Surabaya dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto yang turun ke Pasar Brangkal, Kecamatan Sooko cukup tercengang.

Dari 18 makanan yang diambil sampel, 8 di antaranya mengandung bahan berbahaya dan berpotensi merugikan kesehatan.

Tiga sampel makanan mengandung pewarna tekstil dan lima sampel makanan mengandung boraks.

"Dari 18 sampel makanan yang kami lakukan uji reaksi cepat ada 8 jenis makanan yang positif," tutur petugas BPOM Surabaya, Denik Prasetiawati, Kamis (24/6).

Makanan yang ditemukan di pedagang pasar tiga positif mengandung pewarna tekstil warna merah yakni mutiara, kerupuk pentil dan arum manis.

Lima sampel makanan yang mengandung boraks yakni cireng, kerupuk puli, kerupuk rambak, kambak kulit dan rumput laut.

Beberapa jenis ikan asin, ikan asap, cecek, cincau, mutiara dengan merah muda yang juga diambil sampel tidak ditemukan unsur negatif.

Padahal dulu ikan asin yang paljng ditakuti karena mengansung formalin.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved