Ramadan 2015

Seminggu Operasi Pasar, Harga Gula Langsung Turun

Pada 22 Juni atau seminggu setelah OP digelar, harganya tetap Rp 9.000. Itu terjadi, karena harga jual beras premium selama OP cuma Rp 8.500.

Seminggu Operasi Pasar, Harga Gula Langsung Turun
surya/benni indo
Warga Singosari membeli beras murah yang dipasarkan Bulog di Pendopo Kendedes, depan Pasar Singosari, Kabupaten Malang, (6/3/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Sstok yang cukup, lancarnya distribusi, dan pelaksanaan operasi pasar subdisi biaya angkut ternyata benar-benar efektif membuat harga kebutuhan pokok di pasaran stabil menjelang Puasa hingga saat ini. Ini terlihat dari reaksi pasar selama seminggu pelaksanaan operasi pasar (OP) yang digelar mulai 16 Juni 2015 lalu.

Data hasil pemantauan harga kebutuhan pokok strategis secara rutin dan real time yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jatim di sejumlah pasar di Surabaya menunjukkan, harga jual beras premium IR 64 di pedagang pada 15 Juni atau sehari sebelum OP digelar Rp 9.000 per kg.

Pada 22 Juni atau seminggu setelah OP digelar, harganya tetap Rp 9.000. Itu terjadi, karena harga jual beras premium selama OP cuma Rp 8.500 atau lebih murah Rp 500.

Untuk gula medium (kristal putih), jika pada 15 Juni harganya Rp 12.000 per kg, pada 22 Juni harganya turun Rp 300 menjadi Rp 11.700. Selama OP, harga jual gula cuma Rp 10.750. Sementara minyak goreng kemasan botol, harga di pasaran mulai 15 – 22 Juni tetap Rp 13.600 per satu liter, dan harga jual OP hanya Rp 10.000 per liter.

Hal yang sama terjadi pada tepung terigu kemasan setiga biru. Harga jual di pedagang mulai 15 – 22 Juni tetap sama Rp 8.000 per kg, dan harga jual OP cuma Rp 7.500. Lalu telor ayam ras, jika 15 Juni harganya Rp 20.800 per kg, pada 22 Juni turun Rp 200 menjadi Rp 20.600. Sementara harga jual OP hanya Rp 19.000 per kg. Demikian juga dengan bawang merah, pada 15 Juni harganya Rp 23.000 per kg, pada 22 Juni turun Rp 600 menjadi Rp 22.400. Untuk harga jual OP cuma Rp 17.000.

Stok yang surplus juga membuat harga bawang putih dan daging stabil bahkan cenderung turun. Untuk bawang putih, harganya turun Rp 1.000 dari Rp 17.800 per kg pada 15 Juni menjadi Rp 16.800 per kg pada 22 Juni. Demikian juga dengan daging sapi, jika pada 15 Juni harganya Rp 97.025 per kg, pada 22 Juni kemarin harganya turun tipis menjadi Rp 96.600.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, ada dua hal penting yang berhasil dilakukan selama seminggu pertama pelaksanaan OP. Yakni, memelihara stabilisasi harga dan menurunkan harga. Pasalnya, berdasar data pantauan di lapangan pada saat awal sebelum puasa, harga telor, bawang, dan cabe memang naik dan fluktuatif. Sementara beberapa komoditas lainnya relatif stabil.

“Makanya, dari hasil operasi pasar yang telah digelar, untuk tiga komoditas, yaitu beras, minyak goreng, dan tepung terigu harganya tetap stabil mulai sebelum puasa hingga saat ini. Sementara tiga komoditas lain, harganya turun. Gula turun Rp 300, telor turun Rp 200, dan bawang merah turun Rp 600,” tegasnya, Selasa (23/6/2015).

Fakta itu, kata Pakde Karwo menunjukkan bahwa OP yang digelar benar-benar tepat sasaran. “Trend harga menuju normal atau stabil seperti hari sebelumnya," pungkasnya.

OP subdisi biaya angkut tahun ini akan digelar selama 30 hari hingga H-2 menjelang Lebaran nanti. Setiap hari, ada 78 pasar di 38 kabupaten/kota yang menjadi titik OP untuk empat komoditas. Yakni, beras, gula, minyak goreng, tepung terigu. Layanannya mulai pukul 06.30 sampai tutupnya pasar.

Selain itu, Pemprov juga menambah komoditas lain ,yaitu, telor, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabe keriting, dan cabe merah biasa, dan cabe rawit.

Dari 38 kabupaten/kota, sebanyak 37 daerah OP dilakukan di dua pasar, sedangkan khusus Surabaya dilakukan di empat titik. Yakni, pasar Wonokromo, Soponyono, Tambakrejo, dan pasar Pucang Anom.

Selama sebulan OP, stok beras dan gula yang disiapkan masing-masing sebanyak 1.750 ton, atau 750 kg untuk setiap harinya. Sementara stok minyak goreng 1,4 juta liter atau 46.800 liter per hari, dan stok tepung terigu 940.000 kg atau 31.200 kg per hari. Untuk komoditas lain, stok yang disiapkan 820.000 kg selama sebulan, atau 27.300 kg setiap harinya.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved