Berita Tuban

Orang Tua FKA Tolak Ajakan Damai Polisi Penodong Pistol

“Informasi dari keluarga (Selasa, 23/6) semalam keluarga didatangi kepala desa dan tersangka katanya mau ngajak damai,” kata Imanul yang dipercaya men

Orang Tua FKA Tolak Ajakan Damai  Polisi Penodong Pistol
surya/Mohammad Rifai
Ilustrasi senjata 

SURYA.co.id| TUBAN - Orang tua FKA menolak ajakan damai polisi yang telah menyiksanya. Ajakan itu dilakukan pada Senin (22/6) malam.

Polisi penyiksa itu belakangan diketahui menjabat Kanit Polsek Widang bernama Aiptu Nur Hadi.

Ketika mendatangi rumah korban, Nur Hadi ditemani Kepala Desa Patihan, Kecamatan Widang bernama Agus Dian Cahyono. Dibantu kepala desa itulah, dia merayu supaya keluarga korban mau berdamai.

BACA JUGA » Setelah Ditelanjangi, Mulut Siswa SMP, FKA Ditodong Pistol

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR), Imanul Isthofaina kepada Surya, Rabu (24/6).

“Informasi dari keluarga (Selasa, 23/6) semalam keluarga didatangi kepala desa beserta anggota polisi yang bersangkutan  katanya mau ngajak damai,” kata Imanul yang dipercaya mendampingi kasus hukum FKA.

Meski mendapat rayuan, sambung Imanul, pihak keluarga masih tetap melanjutkan oersoalan itu sesuai jalur hukum dan tidak mau damai.

“Kades, semalam mengatakan mengajak bapak korban ke polres, kemudian bapaknya tidak mau ikut karena tidak mendapat panggilan dari UPPA (unit Perlindungan Perempuan dan Anak),” terangnya.

BACA JUGA » Tak Terbukti Mencuri, Siswa SMP FKA Pulang dari Polsek Babak Belur

Sebelumnya, Nur Hadi disebut-sebut sebagai oknum polisi penyiksa FKA (13) yang masih duduk di kelas dua di sebuah sekolah setingkat SMP di kawasan Kecamatan Widang, Tuban.

Halaman
12
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved