Berita Tuban

Ngeri, Rata-rata Sebulan Delapan Kekerasan Terhadap Anak di Tuban

”Jadi, kasusnya cukup tinggi,” ujar Nunuk Fauziyah, Direktur Eksekutif KPR Tuban, Rabu (24/6).

Ngeri, Rata-rata Sebulan Delapan Kekerasan Terhadap Anak di Tuban
antara
Seorang pria mengangkut box kampanye penghentian kekerasan terhadap anak di Jakarta.

SURYA.co.id| TUBAN - Penyiksaan terhadap FKA, bocah kelas dua di sebuah bangku SMP di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Senin (15/6), menambah deret duka kemanusian di Bumi Wali itu.

Berdasar Data Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR), Kabupaten Tuban menjadi wilayah rentan kekerasan terhadap anak.

Selama selang waktu Januari-Juni 2015, ada 48 kasus kekerasan yang telah terjadi.

”Jadi, kasusnya cukup tinggi,” ujar Nunuk Fauziyah, Direktur Eksekutif KPR Tuban, Rabu (24/6).

Kata Nunuk, besarnya jumlah itu berarti selama satu bulan terjadi delapan kasus atau dua kasus kekerasan terhadap anak perpekannya di Kabupaten Tuban.

Jenis kasus hukum itu beragam, antara lain, kasus perkosaan, kekerasan bersifat penganiayaan, dan pengancaman yang membuat anak trauma dan takut.

Nunuk berharap, Pemerintah Kabupaten Tuban tanggap terhadap penaganan kasus kekerasan terhadap anak.

Apalagi, angka 48 kasus itu cenderung naik jika dibandingkan kasus kekerasan anak selama bulan Januari-Juni tahun 2014, waktu itu sekitar 40 kasus.

Kabupaten Tuban sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) 23/ 2013 Tentang Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak serta Perda Tentang Perlindungan Anak.

“Perdanya masih belum optimal dilaksanakan,” ujarnya.

Pekan lalu, ada oknum polisi yang belakangan diketahui sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) telah menyiksa FKA (13).

Sebelumnya, dia menangkap FKA dan temannya FAK (11) di pasar Babat, Lamongan ketika sedang membantu kerabatnya jualan pakaian.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved